Kredit UMKM Naik

Tidak ada komentar 200 views

JAKARTA – DOC. Penyaluran kredit usaha ditahun 2012 ini, semakin berkembang hingga mencapai Rp. 42,1 triliun. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mencatat, pertumbuhan kredit telah naik sebesar 17,25 persen pada kuartal III-2012, dibandingkan periode yang sama di 2011 yang hanya mencapai Rp. 35,9 triliun.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengatakan, kredit UKMK masih mendominasi penyaluran kredit dengan kontribusi sebesar 46,40 persen atau setara Rp. 19,53 triliun dari total penyaluran kredit perseroan. Selain kredit UMKM, kredit UKMK non-Bulog juga naik 35 persen pada kuartal ini sebesar Rp. 15,04 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp. 11,13 triliun.

“Kami akan terus meningkatkan prosentase kredit UKMK dan mikro sebagai wujud komitmen pemberdayaan UKMK dan secara bisnis memiliki margin keuntungan yang lebih baik. Per kuartal III-2012 komposisi kredit UKMK non-Bulog terhadap kredit UKMK tercatat 74 persen dibandingkan periode yang sama di 2011 yakni sebesar 62,07 persen,” jelas Glen Glenardi dalam keterangan persnya, Kamis (25/10/2012).

Selain kredit UMKM, kontribusi terbesar kedua untuk penyaluran kredit dibukukan oleh segmen komersial yakni sebesar 38,28 persen atau mencapai Rp. 16,11 triliun dari total penyaluran kredit perseroan. Angka penyaluran kredit komersial tersebut tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp. 12,87 triliun.

Segmen konsumer menjadi kontributor terbesar ketiga yakni sebesar 8,76 persen atau Rp. 3,68 triliun dari total penyaluran kredit. Segmen ini tumbuh 26 persen dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp. 2,19 triliun. Segmen mikro yang berkontribusi 6,56 persen terhadap kredit konsolidasi perseroan turut tumbuh positif 27 persen menjadi Rp. 2,76 triliun dari kuartal III-2011 sebesar Rp2,17 triliun.

Sementara dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh sebesar 15,70 persen atau mencapai Rp. 50,4 triliun dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp. 43,5 triliun. Jika dilihat secara komposisi, komposisi tabungan tercatat sebagai DPK dengan pertumbuhan terbesar dengan 23,66 persen atau mencapai Rp. 11,5 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp. 9,3 triliun.

Produk dengan pertumbuhan terbesar kedua adalah giro dengan pertumbuhan year on year sebesar 15,28 persen atau mencapai Rp. 8,3 triliun pada kuartal III-2012 dibandingkan pencapaian pada kuartal yang sama 2011 sebesar Rp. 7,2 triliun.

Secara komposisi, sebagian besar atau 60,71 persen DPK Bank Bukopin per kuartal III-2012 dikontribusikan oleh deposito sebesar Rp. 30,6 triliun, kemudian Tabungan sebesar 22,82 persen atau Rp11,5 triliun dan giro sebesar 16,47 persen atau Rp. 8,3 triliun.

“Kami akan terus memacu pertumbuhan DPK khususnya Tabungan dan Giro melalui produk serta layanan baru seperti awal Oktober kami telah meluncurkan program tabungan berhadiah langsung untuk meningkatkan jumlah nasabah. Program ini untuk memperkuat program Tabungan SiAga yang berhadiah mobil yang telah diluncurkan sebelumnya,” jelas Glen.(R-7)