KTP Lama Masih Berlaku hingga 31 Oktober 2013

Tidak ada komentar 162 views

Surabaya (DOC) – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, terkait perpanjangan pemakaian Kartu Tanda Penduduk non Elektronik (e-KTP) hingga 31 Oktober 2013 menuai respon positif dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Surabaya. Dispenduk Capil menilai, kebijakan tersebut bisa digunakan memperbaiki banyaknya kesalahan pada e-KTP yang sudah didistribusikan.

“Kalau di Surabaya ada sekitar 10 ribu e-KTP yang perlu dilakukan penggantian data,” tutur Kepala Dispenduk Capil Surabaya, Suharto Wardoyo, tadi pagi (23/1).

Menurut Suharto Wardoyo, sebenarnya pada tanggal 18 Desember 2012 lalu, merupakan batas akhir perekaman e-KTP. Namun dengan adanya instruksi baru yang dikeluarkan Mendagri, secara otomatis bagi warga yang belum menerima e-KTP masih bisa menggunakan KTP lama yang mereka miliki.

“Itu artinya KTP non elektronik masih diakui keberadaanya,” cetus Anang, sapaan akrab Suharto wardoyo.

Sementara bagi warga yang telah menerima e-KTP namun ditemui ada kesalahan data atau hilang, menurutnya mekanisme untuk memperbaikinya sangat mudah. Dimana yang bersangkutan tinggal mendatangi kantor kecamatan untuk meminta surat keterangan (SK) sebagai bukti telah melakukan perekaman.

“Kalau untuk target kalau bisa Kota Surabaya sebelum tanggal 31 Oktober 2013 sudah tuntas untuk pendistribusian e-KTP ke warga,” harap pria yang dikenal gemar bermain musik ini.

Selain memberikan perhatian terhadap  kesalahn data, tambah Anang, Disnpenduk Capil juga intens mengawasi pembagian e-KTP yang sudah jadi kepada masyarakat. Sebab, berdasarkan pengalaman yang sudah ada, kemungkinan terjadinya salah kirim KTP elektronik ke daerah lain juga cukup terbuka.

“Seperti akhir 2012 kemarin, Kecamatan Wonokromo pernah menerima ratusan kiriman keping paket e-KTP milik kabupaten di Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi kejadian semacam itu kembali terulang, pihaknya berharap Dinas kependudukan yang ada di daerah lain proaktif dengan mengembalikan ke kementerian dalam negeri. setelah itu, baru Kemendagri mengembalikan lagi ke daerah asal.

“Sesuai protapnya, pengiriman e-KTP dari Kemendagri adalah melalui kantor pos yang lantas dikirimkan ke kecamatan tanpa melalui perantara Dispendukcapil,” jelas pria yang dikenal ramah dengan para jurnalsi tersebut.

Untuk diketahui, Dispendukcapil Kota Surabaya sudah mulai membagi-bagikan e-KTP di kelurahan sejak triwulan tahun lalu. Beberapa warga mengaku sudah menerima. Namun, warga lainnya mengaku belum mendapatkan undangan pengambilan e-KTP.

sedangkan untuk pengambilan e-KTP, Dispenduk Capil  menyebut telah memberikan kemudahan bagi warga yang sakit dan juga berusia lanjut (lansia). Dimana bagi warga yang sakit dan lansia, e-KTP nya akan diantar melalui RT setempat. (k1/r3)