Kucurkan Dana Rehabilitasi Eks Lokalisasi Setelah Dapat Teguran

Surabaya,(DOC) – Pemkot Surabaya menggerojok anggaran Rp25.296.103.707 untuk rehabilitas pembangunan di wilayah eks empat lokalisasi di Surabaya. Anggaran itu digunakan untuk membangun berbagai sarananya.
Hal ini disampaikan Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji. Menurut dia, empat lokalisasi itu adalah Klakah Rejo, Sememi, Morokrembangan dan Dupak Bangunsari. Masing-masing tempat sudah dianggarkan sendiri-sendiri, sesuai kebutuhannya.
Untuk Klakah Rejo akan dilakukan pembangunan di bekas lahan lokalisasi itu berupa sport center senilai Rp1,5 miliar, lapangan sepakbola sebesar Rp500 juta, sarana keagamaan Rp358,5 juta, bantuan modal usaha kecil yang nilainya disesuaikan pengajuannya, serta untuk sentra ekonomi senilai Rp5,48 miliar.
Untuk Sememi, ada anggaran pelatihan keterampilan Rp36,3 juta, pembangunan pasar tradisional Rp1 miliar, PJU Rp100 juta, taman bermain anak Rp100 juta, bantuan modal UKM disesuaikan pengajuan, pembangunan gedung SDN, SMPN dan MAN sebesar Rp7,476 miliar, perbaikan jembatan Rp101 juta, pavingisasi Rp196 juta, pembangunan antar sungai Lamong Rp1,75 miliar, plengsengan waduk Kedung, PJU dan jaringan PDAM Rp3,208 miliar, serta pembinaan dan pemberian pelatihan keterampilan untuk PSK Rp210 juta.
Di Morokrembangan, Pemkot Surabaya mengucurkan dana untuk pelatihan keterampilan Rp96 juta, bantuan modal UKM disesuaikan kebutuhan, pavingisasi Rp1,834 miliar, perbaikan saluran air Rp803 juta, peninggian aspal jalan Rp357 juta dan PJU sebesar Rp100 juta. Untuk Dupak Bangunsari anggarannya diperuntukan bagi pelatihan keterampilan dan seni pertunjukan sebesar Rp85,16 juta.
Anggaran itu kitakucurkan pada 2014. Sementara untuk Dolly saat ini hanya menurunkan petugas konselling untuk persiapan penutupannya. Saat ini di Dolly sudah ada pengajuan pembelian rumah bekas wisma. Di Dolly itu ada 300 mucikari dan 1.080 PSK, tegas Agus Imam Sonhaji. Untuk Dolly, ke depannya akan dijadikan sentra bisnis dan perdagangan yang memiliki lebar jalan sampai 25 meter. Selain itu sudah ada anggaran Rp5 miliar untuk pembebasan lahannya atau pembelian wisma. Di tempat itu juga akan ditata, bekas wisma akan dijadikan fasilitas umum seperti taman dan sarana olahraga.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang, anggaran rehabilitasi pembangunan di eks lokalisasi itu sengaja dikucurkan, setelah Pemkot Surabaya mendapat teguran dari Pemprov Jatim.
Teguran yang dilayangkan beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa Pemkot sebenarnya tidak peduli dengan penutupan sejumlah tempat prostitusi di Surabaya. Hal ini terbukti, dengan dana santunan ke para pekerja seks komersial(PSK) dan mucikari agar beralih profesi, hanya diambilkan dari APBD Provinsi Jawatimur, tanpa bantuan APBD kota Surabaya. Selama ini pemkot hanya sebagai fasilitator penyaluran dana ke para PSK dan Mucikari.
Menanggapi hal tersebut, Supomo Kepala Dinas Sosial kota Surabaya membantahnya. “Selama ini pemkot telah memberikan ketrampilan secara bertahap. Ini adalah bentuk keperdulian yang juga menggunakan dana dari APBD kota Surabaya. Sekarang anggaran kita keluarkan lagi untuk rehabilitasi,” cetus Supomo, usai konferensi Pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin(9/12/2103).(co/r4/r7)