Kumpulkan Koin Untuk Biaya Kuliah Mahasiswa Gakin

Tidak ada komentar 130 views

Surabaya, (DOC) – Sosok wartawan yang satu ini perlu dijadikan teladan dalam menjalahi profesinya sebagai jurnalis, dan juga dalam kehidupan sehari-hari dalam berinteraksi dengan masyarakat. Dengan melihat kondisi sosial masyarakat yang terjadi disektor pendidikan sekarang ini dimana banyak anak mempunyai pretasi namun tidak bisa melanjutkan kejenjang lebih tinggi.
Bersama dengan komunitasnya yang tergabung dalam nama HUA (Hidup Untuk Amanah) pria kelahiran 28 tahun silam ini rela mengumpulkan uang koin recehan seratus rupiah hingga dua ribu rupiah untuk disimpan dan dikumpulkan yang nantinya dipergunakan buat anak-anak yang orang tuanya tidak mampu untuk membiaya anaknya masuk perguruan tinggi hingga mendapatkan gelar Sarjana.
“ kita mengajak semua elemen masyarakat khususnya teman-teman wartawan untuk bersama-bersama mencerdaskan generasi bangsa, karena sistem pendidikan sekarang ini sudah mengarah pada bisnis pendidikan secara tidak langsung meminggirkan anak berprestasi tapi orang tuanya tidak punya biaya,” kata Zaenul Abidin. Selasa (29/01/2013).
Pria yang akrab dipanggil Abi ini, mulai mengumpulkan uang koin recehan setahun lalu. Dari sekitar 20 orang komunitasnya koin recehan terkumpul sekitar Rp. 5 juta. Dari uang tersebut dibelikan mesin sablon atau cetak .
“ Tahun lalu kita ngumpulin uang koin recehan dan terkumpul lima juta, kemudian kita kumpulkan beberapa pemuda yang tidak memiliki kerjaan kita latih ketrampilan dan kita berikan mesin sablon dan sekarang mereka sudah banyak dapat pesanan, dan alhamdulilah sampai sekarang masih terus berjalan, jika partai yang mau pesan kaos atau bendera partai bisa kekita,” ujar mantan Aktivis Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) ini, sambil tersenyum.
Dari situlah, lanjut pria yang mengeyam pendidikan SI Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang ini, muncul ide atau gagasan baru untuk mengumpulkan uang seribu sampai dua ribuan rupiah yang nantinya dipergunakan membiaya anak berprestasi yang ingin melanjutkan jenjang lebih tinggi. Sejumlah wartawan serta masyarakat umum, sudah ada yang tertarik dan bersama-sama mengumpulkan uang seribu rupiah selama satu bulan.
“ Kalau kelompak tadi sudah berjalan sekitar dua bulan, dan rencananya akan kita libatkan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama berbagi dengan keiklasannya menyisakan uang hanya seribu rupiah saja perbulan,” ujarnya. Sembari mengatakan setelah terkumpul satu bulan uang itu langsung ditabungkan yang akan disalurkan ke siswa yang kurang biaya kuliah, berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan, Dekan serta Rektor.
“ Jadi uang itu nantinya ditabungkan di Bank, kita sendiri tidak bisa mengambil uang itu yang bisa mengambil hanya siswa atau mahasiswa yang kita biayai, sampai mahasiswa itu mendapatkan gelar Sarjana,” ujarnya.
Ide pria kelahiran Demak Jawa Tengah ini, memang cemerlang, karena menggandeng Dinas Pendidikan dan Kepala SMA untuk menjaring siswa-siswa mana yang layak mendapatkan biaya untuk jenjang lebih tinggi. “ Iya kita terjun ke sekolah tingkat SMA dari situ kita bersama-sama kepala Sekolah wali murid untuk menyeleksi yang layak. Anak berpretasi namun orang tuanya tidak mampu,” pungkasnya.(R7)