Kunker Luar Negeri DPRD Ditolak Gubernur

Tidak ada komentar 71 views

Surabaya, (DOC) – Rencana anggota DPRD Surabaya mengadakan kunjungan (kunker) negeri kandas setelah gubernur Jawa Timur (Jatim) menolak usulan dari wakil rakyat tersebut. Penolakan gubenur Jatim atas rencana kunker itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor A.10/7322/Sj tertanggal 4 Oktober 2013. SE tersebut memerintahkan agar gubernur, bupati/walikota dan ketua DPRD provinsi, kabupaten/kota untuk melakukan penghematan anggaran mengingat beratnya persoalan ekonomi saat ini.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Surabaya, M Machmud. Politisi dari Partai Demokrat (PD) mengatakan, semua permohonan DPRD Surabaya untuk kunker keluar negeri ditolak gubernur Jatim. Gubernur menilai, kunker keluar negeri dianggap tidak memenuhi kriteria yang disampaiak Mendagri SE-nya. “Tidak masalah kalau kunker ditolak gubernur. Sebenarnya kunker tidak masalah kalau menyangkut persoalan yang sangat penting misalnya berkaitan dengan kerjasama ekonomi. Meski ditolak, jatah dewan untuk kunker tetap ada. Dalam setahun, ada satu kali kesempatan kunker untuk satu orang anggota dewan,” ujar Machmud.
Meski ditolak, lanjut Machmud, pihaknya meminta agar anggaran kunker yang batal itu dialokasikan untuk kegiatan yang lain. Tapi, kegiatan yang lain ini harus mengacu pada kebutuan masyarakat. Untuk anggaran kunker sendiri tidak bisa untuk dialihkan untuk kegiatan kunker didalam negeri. “Saya minta pada Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya, agar anggaran kunker itu digunakan untuk pavingisasi, pembangunan PJU (penerangan jalan umum, pembelian gerobak dan tempat sampah,” jelas pria yang juga mantan wartawan ini.
Rencananya, kunker keluar negeri ini akan dilakukan pada Maret ini dengan dua gelombang keberangkatan. Gelombang pertama, kunker digelar pada 9-15 Maret 2014 dengan tujuan ke Busan, Korea Selatan. Dalam rombongan ini kabarnya akan diikuti oleh Ine Listyani, Ninuk dan Agustin Poliana. Tujuan mereka ke negeri ginseng ini untuk menghadiri peringatan 20 tahun kerjasama Sister City Kota Surabaya dengan Kota Busan. Sedangkan untuk keberangkatan kedua, kunker akan digelar pada 24-30 Meret 2014 ke Kota Kitakyushu, Jepang. Rombongan ini kabarnya akan diikuti Sachiroel Alim Anwar, Simon Lekatompessy, Agus Sudarsono, Syaiful Bahri dan Ernawati. Tujuan kunker ini untuk meneruskan atau mengembangkan kerjasama yang sudah terjalin.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astutik mengatakan, dirinya tidak bisa ikut kunker lantaran masih punya anak kecil, sehingga belum bisa ditinggal. Sedangkan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya juga mengatakan, sangat berat untuk menggelar kunker. Pasalnya, pada bulan ini dan awal bulan depan, masih banyak agenda terkait pencalegan. “Sulit untuk bisa kunker. Waktunya sangat mepet sekali dengan agenda pemilu legislatif,” terang Alim. (r4)