Kunker Perdana Dewan, Pansus Konsultasi Soal Tatib Dewan

Surabaya,(DOC) – Pasca pelantikan pimpinan DPRD Surabaya dan penetapan Fraksi-Fraksi, agenda kunjungan kerja(Kunker) langsung dimulai. Kunker pertama akan dilakukan oleh pimpinan DPRD Surabaya dan anggota Panitia Khusus(Pansus) Tata Tertib(Tatib) dewan, dengan tujuan Jakarta. Rombongan Kunker ini, dijadwalkan berangkat pada hari Senin(22/09/2014), untuk berkonsultasi dengan Kementrian Dalam Negeri(Kemendagri).

Seperti agenda sebelumnya, pembahasan tata terib(Tatib) dewan dilaksanakan oleh Pansus yang dibentuk melalui sidang Paripurna. Anggota Pansus berjumlah 11 orang, yaitu Adi Sutarwijono Ketua, Junaedi Wakil ketua, Sukadar, Baktiono, Syaifudin Zuhri, Rio Pattisilano, Laila Mufidah, Pertiwi Ayu Khrisna, Reni Astuti, Sudirdjo dan Nanik Zulfiani sebagai anggota. Para anggota Pansus Tatib dewan ini, akan berangkat bersama 4 orang pimpinan, yaitu Ketua dan 3 wakil Ketua dewan.

Tatib dewan ini sangat dipenting, karena rangkaian dari proses pembentukan alat kelengkapan dewan bergantung pada aturan ini. “Alat kelengkapan dewan seperti komisi, merupakan tempat untuk pembahasan Draft RAPBD 2015,”Jelas Adi Sutarwiyono Ketua Pansus, Jumat(19/9/2014).

Awi panggilan akrabnya Adi Sutarwiyono menambahkan, alokasi waktu pembahasan Tatib yaitu 60 hari. Tapi Pansus menargertkan pembahasan selesai secepatnya. Ia menjelaskan, konsultasi ke Pemerintah pusat ini, dibutuhkan terutama soal sangsi anggota dewan yang malas bekerja. “Orientasi Tatib yaitu penguatan kinerja anggota dewan, sekaligus kemitraan antara Eksekutif dan Legeslatif. Sehingga perlu konsultasi,” tegas Awi.

Selain itu, menurut Awi, Kunker ini juga bertujuan mengkonsultasikan ke Kemendagri peran DPRD Surabaya, menyambut digulirkannya Rancangan Undang – Undang(RUU) dan Undang Undang(UU) baru. “Konsultasi ke Pemprov Jatim itu wajib, namun konsultasi ke Kemendagri sangat diperlukan, karena nanti ada tiga hal penting yang berkaitan denganTatib, yakni UU MD3, RUU Pemda dan UU Pilkada. Kami khawatir jika ternyata tiga hal tersebut tidak terakomodir dalam Tatib dewan periode ini,”ungkap Awi.(r7)