Kunker Tak Di Sambut, Anggota Dewan Depok Kecewa

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya,(DOC) – Belasan anggota DPRD Kota Depok kemarin terpaksa menelan kecewa lantaran mendapat sambutan kurang baik dari Komisi D DPRD Kota Surabaya. Maksud hati ingin menimba ilmu soal pendidikan dan ketenagakerjaan yang ada di Surabaya, anggota DPRD dari Depok ini justru diminta untuk menulis pertanyaan melalui secarik kertas yang selanjutnya akan dibalas via faximile.
Salah satu anggota DPRD Kota Depok, Resky M Nur saat ditemui di lobi DPRD Kota Surabaya kemarin tak dapat menahan luapan kekecewaanya. Politikus dari Partai Gerindra ini mengaku, ketika anggota DPRD Kota Surabaya berkunjung ke DPRD Kota Depok, pihaknya memberi sambutan dengan baik. “Kami berangkat dari Depok itu mulai jam tujuh pagi. Sebelum berangkat ke Surabaya, saya sudah ditanyai wartawan soal keberangkatan kami Surabaya oleh sejumlah wartawan. Untuk apa ke Surabaya, dalam rangka apa dan lain-lain. Kalau penyambutannya seperti ya bagaimana,” katanya.
Resky mengungkapkan, kedatangannya ke Surabaya untuk bertemu dengan Komisi D, karena komisi ini yang membidangi ketenagakerjaan dan pendidikan. Ketika tiba di Komisi D, pertemuan hanya berlangsung singkat, kurang dari 10 menit. “Pertemuan hanya 10 menit dan langsung ditinggal oleh Agustin Poliana (Ketua Komisi D). Nah ini bagaimana kok ditinggal begitu saja. Eh kok tidak memberikan kesempatan pada kami untuk istirahat dulu atau bagaimana karena sudah jauh-jauh datang dari Depok. Malah diminta menulis apa yang hendak ditanyakan akan dijawab lewat faximilie. Kalau seperti ini, dimana tata kramanya. Kami ini mau belajar yang kemudian akan kami terapkan di kota Depok,” ujar Resky dengan mimik wajah kecewa.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Depok berkumpul di ruangan fraksi Handap. Tak berapa lama kemudian, anggota Komisi D, Baktiono, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Dharmawan dan Masduki Toha menemui mereka. Dalam kesempatan ini, Masduki Toha atas nama lembaga DPRD Kota Surabaya meminta maaf pada anggota DPRD Kota Depok atas penerimaan yang tidak baik tersebut. “Kami mohon jika ada perlakuan yang kurang mengenakaan. Mohon maaf atas capeknya perjalanan dari bandara berangkat ke sini. Kalau soal pendidikan di Surabaya, semua gratis, termasuk seragam sekolah juga gratis. Bahkan, pemkot Surabaya mengalokasikan 5% kursi untuk siswa miskin berprestasi,” ujar Masduki sembari lantas menyampaikan paparan sedikit soal pendidikan di Surabaya.
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana membantah bahwa dirinya menelantarkan dan memberi perlakuan yang kurang baik pada anggota DPRD Kota Depok. Politikus asal PDI-Perjuangan ini mengungkapkan, awalnya pertemuan dengan anggota DPRD Kota Depok ini digelar pada pukul 09.00WIB. Kemudian diundur menjadi pukul 11.00WIB. Namun, jadwal ini kembali mundur menjadi pukul 12.00WIB. Jadwal yang sudah disepakati ini kembali diundur menjadi pukul 13.00WIB. “Mereka (anggota DPRD Kota Depok) datang ke Komisi D sekitar pukul 13.10WIB. Mereka sudah kami sambut dengan baik. Ketika pertemuan juga terjadi dialog dan itu berlangsung sekitar 25 menitan. Bukan 10 menit seperti yang dikatakan Resky. Ini banyak saksinya,” katanya.
Bahkan, sambung dia, Komisi D sempat menawarkan pada mereka kendaraan ketika hendak berkunjung ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Komisi D juga menawarkan kendaraan ketika mereka hendak berjalan-jalan untuk melihat kota Surabaya. “Kalau mereka kecewa itu dasarnya apa. Kami sudah sampaikan bahwa, kedatangan mereka itu bersamaan dengan pembahasan RAPBD 2015. Kalau ada yang menyatakan kami tidak welcome, yang tidak welcome itu yang mana,” pungkas Agustin.(r7)