Kurang Air Bersih Penyebab Tingginya Kematian Ibu Dan Bayi

Jakarta (DOC) – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menyebutkan bahwa AKI mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKB mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup.

Kondisi tersebut bertolak belakang  dengan target tujuan pembangunan milenium (MDG) tahun 2015, yakni AKI menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup.

Ketua Dharma Wanita Pusat, Nila F. Moeloek, mengakui angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih tinggi kendati angkanya terus menurun. Adapun faktor penyebab tingginya AKI dan AKB, ada dua yakni internal dan eksternal.

Faktor internal adalah asupan gizi saat ibu hamil. “Perlu kita sadari kekurangan gizi saat hamil, juga disebabkan oleh faktor eksternal bukan hanya kesehatan saja, namun juga air bersih dan sanitasi serta ketahanan pangan juga mempengaruhi angka kematian ibu,” kata Nila, Selasa (13/11).

Berbagai upaya terus dilakukan untuk pencapaian MDGs yang berakhir 2015. Dharma Wanita selaku organisasi wanita terbesar di Indonesia, bahu membahu pemerintah untuk mencapai target MDGs seperti menekan angka kematian ibu dan anak, mengurangi kemiskinan.

“Kita sebagai organisasi perlu membuat yang mendasar dengan meningkatkan pendidikan. Peran strategis untuk merubah perilaku bangsa”.

Sementara dari pemerintah  dengan program Jampersal. Melalui program ini, ibu-ibu hamil yang belum memiliki jaminan persalinan dapat memperoleh pelayanan persalinan dengan jaminan pembiayaan ditanggung Pemerintah.

Pelayanan Jampersal meliputi pemeriksaan di masa kehamilan, pertolongan persalinan, pemeriksaan ibu pasca melahirkan dan bayi yang baru lahir, serta pelayanan KB pasca persalinan. (K-4/kbr)