Kurangi Kemacetan, Pemkot Terapkan Program ERP

Tidak ada komentar 206 views

Surabaya,(DOC) – Penerapan electronic road pricing (ERP) dipastikan bakal menekan polusi udara di kota pahlawan. Sebab, intensitas penggunaan kendaraan juga bakal menurun. Hal itu dinilai bakal menjadikan Surabaya sebagai kota yang lebih nyaman untuk tempat tinggal.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, selain penurunan intensitas penggunaan kendaraan, dalam ERP juga bakal diterapkan aturan emisi gas buang yang ketat dan sesuai standar baku.
Jadi, jika ada kendaraan yang saat diuji emisi ternyata hasilnya melebih standar, maka kendaraan tersebut tidak boleh melewati sejumlah jalan yang diterapkan ERP. ”Semua kendaraan yang lewat ERP, emisinya harus sesuai standar,’ jelasnya.
Bahkan, lanjutnya, penerapan ERP tersebut bakal membuat usia berbagai fasilitas umum menjadi lebih panjang. Dia mencontohkan, salah satu fasilitas umum adalah jalan beraspal. Dengan penerapan ERP, maka tingkat penggunaan jalan tersebut bakal menurun.
Sehingga, penurunan kualitas jalan akibat tingkat penggunaan jalan yang tinggi juga bakal berkurang. ”Umur aspalnya lebih lama, tidak cepat rusak juga,’ terangnya ditemui di Balai Kota kemarin.
Risma-panggilan akrab Tri Rismaharini- menjelaskan bahwa dampak paling akhir adalah kerusakan lingkungan dapat ditekan dengan ERP tersebut. Akhirnya, Surabaya bakal menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditinggali.
Namun, Risma mengingatkan bahwa pemkot bakal memberikan banyak pilihan selain penerapan ERP. Ada fasilitas yang harus membayar dan ada fasilitas yang gratis. ”Jalan ERP bayar dan ada jalan lain yang tidak bayar,’ tuturnya.
Menurut dia, dengan penerapan ERP, pemkot harus membuat angkutan masal cepat (AMC) menjadi transportasi yang nyaman, cepat, dan aman. Sehingga, pengguna kendaraan pribadi menjadi lebih menyukai menggunakan AMC.
Dia menegaskan poin utama yang harus ada dalam AMC tersebut adalah murah. Sehingga, masyarakat bisa merasakan jika menggunakan AMC bakal lebih hemat dari pada kendaraan pribadi. ”Murah juga tuntutan wajib,” jelas walli kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.
Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim menjelaskan bahwa ERP ini harus didukung untuk membuat Surabaya menjadi kota yang lebih manusiawi. Dengan tidak ada kemacetan dan polusi udara tentu akan menjadi kota yang memiliki daya tarik tersendiri.
”Orang itu cepat stress jika menghadapi kemacetan. Polusi udara juga membuat kualitas kesehatan warga menjadi menurun. Ini perlu segera diatasi bersama,” ujar politikus Partai Demokrat tersebut.
Dengan begitu, jelasnya, pihaknya berharap jika AMC berupa monorel dan tram bisa segera direalisasikan. Dia mengatakan, pihaknya yakin masyarakat sudah menunggu-nunggu bagaimana monorel dan tram ala Surabaya tersebut. ”Masyarakat tentu menanti AMC ini,” ujarnya. (i/r7)