Kurikulum Baru Bikin Cemas, Perlu Training Center Guru

Surabaya,(DOC) – Akan dimulainya pelaksanaan kurikulum nasional baru, dari tingkat SD sampai SMA/SMK per 15 Juli 2013 nanti, membuat cemas pihak legeslatif, khususnya Komisi D DPRD Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah menyatakan, kesiapan sumber daya manusia dalam hal ini guru, yang akan menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan kurikulum nasional baru ini. Sementara ia melihat, waktu yang mepet, membuat para pendidik tidak menguasai materi, sehingga sangat membahayakan bagi para siswa.

“Paling dekat kita berkaca pada pelaksanaan RSBI yang tahap persiapannya panjang, tapi toh hasilnya masih kurang maksimal. Apa lagi pada pelaksanaan kurikulum baru ini, persiapannya sangat mepet dengan Unas kemarin,” kata Khusnul di ruang Komisi D, Sabtu(10/7/2013).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sudarwati Rorong Anggota Komisi D DPRD Surabaya lainnya. Ia menyatakan, semua model kurikulum baru ini, semua bergantung pada kemampuan guru yang dituntut kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi. Namun kenyataannya banyak guru yang masih belum faham.

“Paling penting adalah meningkatkan dan mendorong kemampuan guru untuk lebih inovatif dan kreatif. Apapun kurikulumnya, yang paling menentukan adalah bagaimana mengimplementasikan, nah itu tugas guru,” terang Sudarwati.

Untuk mengantisipasinya, kedua legislator ini, berencana membuat training center bagi semua pendidik di Surabaya. Selain memberikan pelatihan, lembaga training center ini, mempunyai tugas memantau dan mengawasi perkembangan SDM guru. Jika masih dibawah standard, maka harus dilakukan pengembangan secara berkala.

“Kalau saja training center guru ini ada, bakal mudah mengkoordinasikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru secara berkala,”kata Sudarwati yang mengaku pernah menjadi guru selama 30 tahun.(r7)