Laba Turun Rp3,5 M, PDAM Lakukan Penghematan Listrik

Surabaya, (DOC) – Karena komponen biaya listrik dan bahan kimia meningkat, laba PDAM Surya Sembada Surabaya mengalami penurunan sekitar Rp3,5 miliar tahun lalu. Komisi B DPRD Surabaya minta agar manajemen PDAM melakukan penghematan.

Menurut Muhammad Iqbal, Sekretaris PDAM Surya Sembada, pada tahun 2014 PDAM mencatatkan laba Rp211 miliar. Namun pada tahun 2015 laba yang dikantongi PDAM turun menjadi Rp207 miliar. Jadi terjadi penurunan sekitar Rp3,5 miliar dibanding tahun sebelumnya.

“Kami tidak rugi, tetapi memang ada penurunan laba karena komponen biaya produksi air bersih juga mengalami peningkatan. Terutama untuk kebutuhan listrik dan bahan kimia,” ujar Iqbal usai acara rapat kerja bersama Komisi B DPRD Surabaya di kantor PDAM,.

Kepada rombongan Komisi B yang datang dengan formasi lengkap, direksi PDAM Surya Sembada juga memaparkan upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi biaya tinggi. Diantaranya untuk soal penggunaan listrik, kini PDAM mulai mengganti lampu lampu penerangan di kantor pusat dengan lampu hemat energi LED.

“Penggantian lampu ini kami lakukan karena komponen listrik menyedot anggaran cukup tinggi, sebulan kami bayar tagihan listrik ke PLN sampai Rp10 miliar, untuk kebutuhan instalasi maupun kantor. Karenanya sejak beberapa waktu lalu kami mulai melakukan penghematan listrik,” katanya.

Jumlah pelanggan diakui Iqbal tiap tahun tambah banyak. Namun 95 persen dari penambahan jumlah pelanggan itu merupakan pelanggan dengan jenis MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Sedangkan dari jumlah pelanggan keseluruhan 50 persen diantaranya merupakan pelanggan MBR.

Sedangkan tingkat kebocoran air terus mengalami penurunan. Tahun 2002 tingkat kebocoran air mencapai 40 persen. Tahun 2015 turun menjadi 26,1 persen dan tahun ini hanya 25,6 persen.

Sementara itu Mazlan Mansur Ketua Komisi B DPRD Surabaya memberikan beberapa catatan soal kinerja PDAM ini. Salah satunya soal pelaksanaan lelang proyek, PDAM diminta lebih teliti melakukan kajian dalam membuat keputusan untuk melakukan lelang.

“Kami minta agar jangan asal lelang saja. Tetapi fungsi pengawasan juga harus diperketat. Untuk itu Dewas PDAM juga kami minta hadir dalam rapat kerja ini tapi yang datang hanya pak Edi Rusianto, sedangkan pak Samba tidak hadir,” kata politisi PKB ini.

Mazlan mengingatkan soal lelang ini sehingga PDAM tak percuma membuang waktu dan biaya untuk membangun proyek yang akhirnya mandeg karena kontraktor tak menyelesaikan pekerjaannya tepat wwaktu. “Seperti pembangunan reservoar Osowilangun yang tak selesai. Ini kan akan terjadi penyusutan investasi,” ujar Mazlan.

Di sisi lain, Mazlan juga mengingatkan agar pelanggan PDAM terutama yang mendapat subsidi tarif, tidak gampang membuang air tanpa keperluan yang penting. Ini secara tidak sengaja akan membebani PDAM sekaligus mengurangi pendapatannya. “Saya masih melihat banyak tempat cuci mobil atau motor yang pake air PDAM di beberapa tempat,” katanya.(sbk/r8)