Lagi Air Keruh, Warga Surabaya Utara Ancam Class Action PDAM

Surabaya,(DOC) – Keruhnya air produksi PDAM Surya Sembada yang menimpa warga Surabaya timur beberapa bulan lalu, nampaknya tidak serta merta terselesaikan secara keseluruhan. Bahkan kini keruhnya air PDAM, kini malah menimpa warga di Surabaya Utara dan sekitarnya.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sudarsono, warga Kalilom Lor Indah Gg. Blewah No, 22 Surabaya.
“Sudah sejak bulan Maret 2014 lalu, air PDAM tak pernah stabil. Sekarang aja kita terpaksa mandi dengan air keruh,” ungkap Sudarsono saat mendatangi Gedung DPRD Surabaya, Rabu(14/5/2014).
Ia menjelaskan, warga yang kesal dengan keruhnya air PAM ini, sudah berulangkali mengadukan ke PDAM, lalu petugas langsung melakukan perbaikan pipa distribusi. Kemudian air kembali jernih. Namun anehnya, setelah lewat seminggu, air keruh kembali. Begitu terus hingga sekarang. “Awalnya warga mengajukan permohonan penambahan debet biar air bersih yang diterima lancar. Saat itu PDAM mengabulkan dengan menambah kekuatan pompa air. Sekarang air lancar tapi kwalitasnya keruh dan bau. Setiap kali petugas memperbaiki pipa, air hanya berubah jernih selama seminggu, selanjutnya kembali keruh”,kesalnya.

Kondisi ini, menurut Sudarsono, juga dialami oleh warga diwilayah Surabaya Timur. Untuk itu, dirinya bermaksud melayangkan gugatan class action, jika keruhnya air produksi PDAM tidak segera terselesaikan.
“Kebetulan saya punya teman yang rumahnya di daerah Rungkut. Setiap hari teman saya mengeluh soal keruhnya air PDAM. Kalo tidak selesai juga, Saya akan menggalang kekuatan ke Warga Surabaya Utara dan Timur untuk ramai-rami menggugat buruknya layanan PDAM”.tegasnya.

Ia mengaku, untuk sekarang ini, perwakilan warga Surabaya Utara, khususnya Kalilom Lor, masih meminta mediasi DPRD Surabaya, untuk mendesak PDAM sebagai perusahaan monopoli agar segera memperbaiki pelayanannya.
“Sekarang saya dan beberapa warga Kalilom Lor meminta Ketua Dewan untuk bisa memperjuangkan aspirasi warga Surabaya Utara dengan mendesak PDAM agar segera melakukan perbaikan. Karena sudah beberapa bulan, kita harus beli air isi ulang untuk memasak dan minum,”pungkasnya.(r7)