Lagi, Ketua Komisi B DPRD Surabaya Diisi Demokrat

Tidak ada komentar 177 views

Surabaya, (DOC) – Setelah sempat tertunda cukup lama, pemilihan Ketua Komisi B DPRD Surabaya, akhirnya dilangsungkan kemarin (30/10). Dalam pemilihan ini, kader dari Partai Demokrat (PD) Rusli Yusuf yang terpilih menahkodai komisi yang membidangi masalah perekonomian itu.
Terpilihanya nama Rusli Yusuf sebagai Ketua Komisi B sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Selain berasal satu partai dengan ketua sebelumnya (Mochammad Machmud) yang kini menjadi Ketua DPRD Surabaya, pria asal Makasar ini juga dinilai memiliki keunggulan dibandingkan anggota FPD lain yang ada di komisi tersebut.
Saat ini, tercatat empat kader PD yang menjadi anggota komisi B. Selain Rusli Yusuf, adapula Kartika Pratiwi Damayanti (Maya), Ivy Juana dan Teguh Harianto yang dilantik dalam rapat paripurna istimewa.
“Saya pastikan, untuk posisi Ketua Komisi B sudah terisi. Dan tadi pak Rusli yang terpilih,” terang Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, Rabu (30/10/2013).
Machmud menegaskan pemilihan Ketua Komisi B berlangsung demokratis. Dimana sebelum pemilihan dilakukan sempat diusulkan dua mekanisme yang akan digunakan dalam pemilihan. Model pertama hanya memilih ketua, sedangkan cara kedua dipilih langsung satu paket, yaitu Ketua, Wakil serta Sekretaris komisi.
Namun berdasarkan kesepakatan yang dibuat anggota Komisi B, akhirnya yang dipakai adalah model paket. Dimana nama Rusli Yuusuf diusung sebagai ketua, Tri Setijo Puruwito wakil ketua serta Rio Pattiselanno sebagai sekretaris.
Setelah melakukan pembahasan cukup alot, kata Machmud, pemilihan yang dihadiri semua anggota Komisi B menyepakati paket pimpinan Komisi B terdiri atas ketua Rusli Yusuf, Wakil ketua Tri Setijo Puruwito dan Sekretrais Rio Pattiselanno.
“Komposisinya hampir sama ketika saya menjabat sebagai ketua Komisi B. Bedanya, hanya pada ketuanya saja yang sekarang dijabat Pak Rusli,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Komisi B terpilih Rusli Yusuf menyatakan akan memberikan yang terbaik sebagai ketua yang baru. Apalagi, hingga saat ini terdapat beberapa aspirasi warga yang perlu disikapi secara serius dan cepat. Diantaranya pemecatakan tenaga security di PD Pasar.
Selain itu, ada pula keluhan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sekitar perumahan gunung sari indah, yang hingga saat ini belum tuntas. “Selain dua masalah tersebut, komisi B juga masih punya pr lain yaitu soal penataan PKL. Kita berharap PKL ke depan kita dukung menjadi semacam koperasi,” ujar Rusli.
Begitu juga untuk pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda), politisi yang telah menjdai anggota dewan selama dua periode ini mengaku ia menargetkan tiga raperda yang masuk ke komisinya dapat selesai tahun ini.
Ketiga raperda itu adalah penataan toko modern, kewajiban penyediaan PKL untuk kawasan perkantoran dan toko mall serta rancanagn peraturan daerah pengawasan dan pengendalian minuman keras (miras).
“Saat ini, sudah ada pandangan soal apa saja yang harus saya kerjakan. Doakan saja semoga semuanya lancar dan tidak ada hambatan. Sehingga komisi B bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (k1/r4)