Lagi, Rekrutmen KPU Kabupaten/Kota Dipersoalkan

Tidak ada komentar 155 views

Surabaya, (DOC) – Ketidakpuasan terhadap Tim Seleksi Rekrutmen Anggota KPU Kabupaten/Kota yang dilegalkan KPU Jatim, terus mendapat protes. Protes semakin berkembang. Jumat (30/5/2014) kantor KPU Jatim di Jl Raya Tenggilis 1 mendapat ‘kunjungan’ para peserta rekrutmen yang tak terima dengan proses tersebut. Diantaranya Kabupaten Ponorogo, Lamongan serta surat dari Kabupaten/Kota Malang.
Intinya, kedatangan mereka melaporkan Tim Seleksi yang dibentuk untuk merekrut anggota KPU Kabupaten/Kota di Jatim, tidak beres. Tim Seleksi itu hanya meloloskan orang-orang pesanan saja.
Seperti yang dilakukan para Kabupaten/Kota Malang melalui Aliansi Pemuda Kabupaten Malang yang terdiri dari Malang Institute, Poros Pemuda Indonesia Malang Raya, Lingkar Anak Bangsa, PMS Malang dan Insan Cita Institute. Mereka mengirim surat protesnya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPU Jatim dan Bawaslu Jatim.
Menurut aliansi tersebut, salah satu syarat menjadi anggota KPU itu harus memiliki integritas tinggi. Namun bagaimana jika rekrutmen saja sudah tak memiliki integritas atau mengajarkan seseorang tak perlu memiliki integritas karena penerimaannya sarat dengan KKN?
“Integritas pada proses tahapan ini saja sudah tak berjalan, bagaimana mau menjalankan Pemilu yang memiliki integritas. Pelaksana tahapan penerimaannya saja, telah membentuk panitia seleksi di Kabupaten/Kota Malang yang tak memiliki independensi. Tentu itu tak akan menghasilkan produk yang berintegritas tinggi,” ujar Fajar dari Malang Institute.
Diungkapkan aliansi, indikasi penyimpangan itu karena adanya calon di-10 besar yang merupakan titipan dari wakil bupati Malang. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan salah satu komisioner KPU Jatim dengan wakil bupati sebelum pembentukan Tim Seleksi. Selain itu ada titipan pengusaha kuat di Malang Raya kepada Tim Seleksi yang diindikasikan tim itu menerima uang dari salah satu pengusaha kuat di Malang Raya yang berkepentingan dengan Pileg dan Pilkada Kabupaten Malang.
Temuan lain, salah satu anggota Tim Seleksi Ali Wahyudin adalah paman dari komisioner KPU Jatim Mohammad Arbayanto, ada beberapa dari yang lolos 10 besar masih saudara dari Tim Seleksi, sampai ada yang masuk 10 besar padahal nilai peserta tersebut tak layak di 20 besar. “Aliansi minta temuan itu diselidiki. Ini sudah tidak fair, karena KPU Jatim dan Tim Seleksi di Kabupaten Malang, memang terbukti bermain,” tandas Aliansi Pemuda Kabupaten Malang.
Sementara dari Lamongan, Ketua LSM eLSAP A Muthi’ul Mubin mendatangi kantor Bawaslu Jatim dan KPU Jatim. Muthi’ul bersama tiga perwakilan peserta tes KPU Lamongan melaporkan dugaan pelanggaran proses verifikasi calon anggota KPU Kabupaten Lamongan. Di Bawaslu, eLSAP ditemui pihak komisionernya. Sementara di KPU Jatim hanya ditemui Sekretaris KPU Jonathan Judianto. Mereka menyampaikan berbagai temuan penyimpangan Tim Seleksi bentukan KPU Jatim dalam pelaksanaan rekrutmen anggota KPU.
Rata-rata, temuannya terkait orang-orang titipan dan membuktikan jika rekrutmen KPU itu penuh KKN. Mereka minta agar hal itu disikapi.
Di hari yang sama, peserta rekrutmen KPU Ponorogo didampingi dua pengacaranya juga melaporkan hal yang sama terkait pelaksanaan rekrutmen KPU Ponorogo yang dilakukan Tim Seleksi menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku. Mereka meminta penyimpangan itu ditindaklanjuti dan hasil tes yang digelar Tim Seleksi dibatalkan. Jika KPU Jatim tak bertindak, sama saja KPU Jatim telah merestui pelanggaran yang dilakukan Tim Seleksi tersebut.
“Kita sudah laporkan hal itu ke DKPP, Bawaslu dan KPU Jatim. Karena itu, peserta meminta pembatalan tes atau seleksi yang sudah memunculkan nama 10 besar calon anggota KPU Ponorogo. Seleksinya tak sah, karena melanggar aturan dan Tim Seleksi yang terbukti melanggarnya sendiri,” tegas Erna SH, salah satu kuasa hukum peserta tes KPU dari Ponorogo.
Sementara pihak yang kecewa dan protes ke KPU Jatim, Jumat siang tak satupun yang ditemui komisioner KPU Jatim. Sebab diperoleh kabar jika komisioner KPU Jatim berada di Jember untuk melaksanakan fit and proper test 10 besar yang lolos seleksi di tempat itu. (co/r4)