Laksamana Muda TNI Raih Penghargaan

Tidak ada komentar 132 views

Jakarta,(DOC) – Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan salah satu perwira muda TNI, Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono, memperoleh penghargaan Nanyang Outstanding Young Alumni Award 2013 (Penghargaan Alumni Muda Nanyang) dari Nanyang Technological University di Singapura. Informasi ini didapatkan setelah NTU mengirim kepada Panglima TNI perihal surat permohonan pemberian award, kemarin.

“Rencana pemberian penghargaan akan dilakukan hari ini, Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 19.00 waktu Singapura di gedung Auditorium NTU, oleh Lawrence Wong, Menteri Kebudayaan, Komunikasi dan Pemuda dan Presiden NTU.” Jelasnya, Sabtu(12/10/2013).

Sejak penghargaan ini diberikan kepada para alumni NTU tahun 2005, Indonesia telah menerimanya sebanyak tiga kali. Peraih penghargaan pertama adalah Merry Riana, penulis buku Mimpi Sejuta Dolar. Kemudian tahun 2009, Profesor Hery juga mendapatkan hal yang sama. Praktis, Mayor Inf Agus Yudhoyono adalah peraih pertama penghargaan ini dari militer.

Presiden Nanyang Technological University, Professor Bertil Andersson mengatakan alasan Agus Yudhoyono memperoleh penghargaan ini karena Agus dinilai sebagai pemimpin muda dengan prestasi luar biasa di bidang kemiliteran di Indonesia.

Dalam pengamatan NTU, selama menjadi mahasiswa di S. Rajaratnam School of International Studies di NTU, ia sudah menonjol. Agus pernah ditunjuk sebagai pengamat di Shangri-la Dialog di Singapura dan sebagai peserta ASEAN 100 Leadership dan ASEAN Leadership di Malaysia pada tahun 2006. Atas prestasinya tersebut Agus ditminta oleh Kementerian Pertahanan Australia untuk berpartisipasi dalam program Special Young Future Leaders pada tahun 2012 dan Departemen Pertahanan Republik Korea untuk program serupa pada tahun 2013.

Sebagai salah satu perwira muda yang berprestasi, Agus telah menerima sejumlah medali dan penghargaan dari pemerintah Indonesia maupun berbagai negara-negara lainnya dengan menunjukkan komitmen dan dedikasi serta integritas luar biasa dalam pelayanannya sebagai perwira militer. Penghargaan dari Nanyang Technological University ini, menambah deretan prestasi yang diukir salah satu putra terbaik TNI ini di dunia internasional.

Atas kontribusinya dalam operasi pemulihan keamanan di Aceh dan misi perdamaian di Lebanon, Agus meraih berbagai macam medali militer. Tidak hanya di dalam negeri, Agus juga menerima penghargaan prestisius dalam masa pendidikan militer di Fort Benning, Amerika. Agus merupakan satu-satunya penerima penghargaan yang bukan warga negara Amerika.

Selain kiprah lapangan di militer, NTU juga mengamati Agus mengembangkan secara konsisten kemampuan akademisnya. Sepulangnya dari Lebanon, Agus mempunyai peran penting dalam pembentukan Pusat Penjaga Perdamaian Indonesia di Sentul, Jawa Barat. Setiap tahun ia diundang sebagai instruktur untuk program pelatihan pra-penyebaran untuk kontingen Indonesia serta aktif dalam berbagi pelajaran penting yang ia pelajari sebagai pasukan penjaga perdamaian di berbagai forum akademis dan media.

Meskipun ia masih seorang perwira muda, Agus menunjukkan kinerja yang luar biasa, yang melampaui tingkat pangkatnya. Untuk usahanya dalam membantu pembentukan Universitas Pertahanan (Unhan), ia dianugerahi Medali Perintis dari pemerintah Indonesia. Setelah berkontribusi untuk pendirian Unhan, Agus terpilih untuk menempuh program Master of Public Administration di John F. Kennedy School of Government, Harvard University pada tahun 2009 yang juga merupakan bagian dari program Mason Fellowship.

Terkait penghargaan Nanyang Outstanding Young Alumni Award 2013 yang diterima Mayor Inf Agus Yudhoyono, Iskandar Sitompul juga mengatakan TNI sangat bangga, karena sejak tahun 2003, TNI mengirimkan sekitar 4 sampai dengan 6 perwiranya untuk belajar di NTU pada program master, baru kali ini TNI mendapatkan penghargaan tersebut
(puspen/r7)