Laporan Dana Kampanye Parpol Tidak Transparan

Tidak ada komentar 152 views

Jakarta, (DOC) – Dana kampanye partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 dinilai banyak yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan ketika kampanye berlangsung.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Afifuddin mengatakan, pada pelaporan dana kampanye oleh parpol dan caleg terdapat ketidaksesuaian antara laporan yang disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Ketidaksesuaian ini terjadi antara dana yang dilaporkan dengan fakta di lapangan. Banyak fakta di lapangan seperti belanja iklan di media-media, sewa pesawat yang tidak tercatat dilaporan. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, sudah pasti apa yang dikeluarkan lebih besar dengan apa yang dilaporkan,” paparnya.
Afifuddin menambahkan, setelah laporan dana kampanye masuk ke KPU, berdasarkan hasil rekap menunjukkan bahwa tidak semua partai menyerahkan formulir DK13, yaitu catatan penerimaan dan pengeluaran caleg. “Ada caleg yang sudah melaporkan dana kampanyenya, namun tidak melampirkan berkas laporannya. Sehingga tidak bisa menggambarkan aktivirtas kampanye. Laporan dana kampanye itu sebenarnya mencerminkan aktivitas partai dalam berkampanye. Jangan yang dilaporkan dananya kecil, namun kampanyenya heboh. Itu pasti tidak semua dilaporkan dananya,” jelas Afif.
Komisoner KPU Ida Budhiati mengatakan, dana kampanye mungkin saja terjadi penyalagunaan. “Sangat memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dana kampanye oleh partai politik, peluang itu mulai dari tidak tercatatnya sumbangan barang dan jasa, kampanye di media-media,” ujarnya.
Ida menambahkan, hal ini bisa terjadi karena tidak adanya undang-undang atau peraturan yang mengatur mengenai pelaporan dana kampanye. Sehingga parpol bisa melaporkan dana kampaye berdasarkan versi masing-masing. (r4)