Larang Mudik Dengan Mobidin Berimbas Pada Kenaikan Penumpang Bus

Surabaya,(DOC) – Larangan mudik dengan menggunakan mobil dinas yang diberlakukan oleh Walikota Surabaya mengacu pada intruksi KPK, nampaknya berbuntut pada kenaikan jumlah penumpang mudik yang menggunakan transportasi darat yaitu Bus antarkota antar provinsi (AKAP) maupun antarkota dalam Provinsi(AKDP).
Di terminal Purabaya, kenaikan penumpang pada H-7 sebelum lebaran, Kamis(1/8/2013) untuk penumpang berangkat telah mencapai 43 ribu penumpang dan naik lagi pada H-6, Jumat(2/8/2013), yang mencapai 49 ribu penumpang lebih.
“Bus AKAP Jurusan Solo – Yogya yang mendominasi kenaikan penumpang ini, sementara untuk dalam Provinsi Jawa Timur di dominasi Bus Jurusan Banyuwangi. Nanti mendekati lebaran, bus AKDP jurusan Banyuwangi, kenaikan penumpang akan kejar-kejaran dengan Bus jurusan Tulungang,” jelas May Ronald Kepala UPTD Terminal Purabaya saat di temui bagian penerangan Terminal Purabaya, Sabtu(3/8/2013).
Diperkirakan pada H-5, Sabtu(3/8/2013) hari ini, kenaikan penumpang akan bertambah lagi hingga pada puncak Mudik yang akan diperikarakan terjadi antara H-4 sampai H-2. Menurut May Ronald, data yang berhasil dicatat oleh petugas terminal Purabaya sejak jam 00.00 WIB sampai jam 08.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal Purabaya sudah mencapai 12.500 penumpang.
“Data untuk hari ini pasti ada peningkatan sampai malam ini, dan peningkatannya sudah terjadi sejak H-7, jika dibanding hari biasa yang rata-rata hanya 27 ribu penumpang. Puncak mudik diperkirakan terjadi pad H-4, Minggu(4/8/2013) besok,’ ujar May Ronald.
Ia membenarkan, jika kenaikan jumlah penumpang pada mudik tahun ini diterminal Purabaya, memang meningkat 5 sampai 7 persen, dibanding mudik lebaran tahun lalu. Menurutnya, salah satu faktornya akibat pelarangan pemakaian mobil dinas untuk mudik.
“Ya memang salah satu faktornya adalah pelarangan mobil dinas untuk dipakai mudik. Apalagi saat ini ticket Kasudah terjual habis, sehingga diperkirakan para penumpang akan menggunakan transportasi bus untuk perjalanan mudiknya. Kami sudah siap menerimanya,”katanya.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang diterminal Purabaya, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan penumpang mudik, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan PO Bus agar selalu siap mengoperasionalkan armadanya.
“Untuk mudik lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan tidak mengeluarkan izin isendentil untuk tambahan angkutan Bus. Hanya meminta perusahaan PO Bus untuk tetap bersiaga jika sewaktuwaktu dibutuhkan. Ini menghindari penumpukan armada di Terminal Purabaya,” cetus May Ronald.(R/7)