Lima Negara Keluarkan Travel Warning ke Bali

Gunung Agung, Bali.

Bali, (DOC) – Aktivitas Gunung Agung yang terus meningkat membuat beberapa negara di dunia mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin dan sedang berada di Bali. Sedikitnya telah ada 5 negara yang mengeluarkan travel warning kepada warganya agar berhati-hati terkait kondisi Gunung Agung.

Kelima negara yang mengeluarkan imbauan resmi adalah Singapura, Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan New Zealand.

Pemerintah Australia misalnya, telah meminta warganya yang sedang berlibur di Bali untuk memantau media massa dan mengikuti instruksi otoritas setempat. Pemerintah Australia juga menyebut erupsi Gunung Agung juga bisa berimbas pada penerbangan Indonesia.

“Hubungi maskapai Anda (turis Australia)) untuk memastikan rencana penerbangan. Secara keseluruhan level imbauan ini tidak berubah,” kata otoritas Australia seperti dilansir di laman smartertraveler.gov.au.

Pemerintah Amerika Serikat juga mengingatkan warganya yang tinggal atau bepergian ke Bali agar berwaspada dengan status Gunung Agung. Otoritas Amerika Serikat mengimbau warganya untuk memantau laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk informasi terbaru tentang status Gunung Agung.

“Jika terjadi erupsi, kami mendorong warga Amerika Serikat di Indonesia untuk memberi tahu teman dan keluarga tentang keadaan mereka dan memperbarui status mereka di media sosial,” tulis otoritas Amerika Serikat di laman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Pemerintah Singapura juga meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke Gunung Agung di Bali dan daerah yang mungkin terkena dampak karena kemungkinan letusan gunung berapi. Demikian informasi yang dikutip dari laman The Straits Times.

“Orang-orang Singapura yang saat ini berada di Bali disarankan untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk keselamatan pribadi mereka, memantau berita setempat dengan seksama dan mengindahkan instruksi dari pemerintah daerah, seperti siap untuk dievakuasi dalam waktu singkat,” demikian pernyataan dari Pemerintah Singapura.

Pemerintah Singapura juga meminta warganya untuk membeli asuransi perjalanan dan kesehatan yang komprehensif. Warga Singapura juga disarankan untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman sehingga keselamatan mereka diketahui.

Wisatawan New Zealand juga diminta untuk memberi konfirmasi ulang rencana penerbangan dari dan menuju Bali ke agen perjalanan atau maskapai bila terjadi asap vulkanik dari Gunung Agung. Bila penerbangan terganggu, pemerintah Selandia Baru menyarankan untuk menyimpan segala tanda bukti penerbangan agar bisa melakukan klaim.

“Warga New Zealand di Bali diharapkan memperbarui informasi registrasi perjalanan dan menggunakan kesempatan ini untuk mendaftarkan ke Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru,” demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari laman safetravel.goft.nz.

Pemerintah Inggris juga meminta wisatawannya untuk berada di luar zona bahaya yaitu radius dua belas kilometer dari Gunung Agung. Wisatawan Inggris juga diminta untuk berkoordinasi dengan agen perjalanan terkait penerbangan.

Seperti diketahui, Pusat vulkanologi dan mitigasi bencana Geologis (PVMBG) menaikan status Gunung Agung dari level III (siaga) menjadi level IV (awas). Naiknya status ditetapkan pada Jumat (22/9/2017) malam pukul 20.30 Wita.

“Melihat perkembangan terakhir, aktivitas kegempaan vulkanik begitu tiggi dengan ini ditingkatkan statusnya dari level 3 siaga jadi 4 atau awas,” Kepala PVMBG Kasbaniz.

Dengan penetapan status awas maka radius warga, wisatawan atau pendaki diimbau tidak beraktivitas pada radius 9 km ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 kilometer.(kcm/ziz)