Logo Surabaya Dianggap Tak Penuhi PP

Tidak ada komentar 698 views

Surabaya, (DOC) – Akibat dinilai tidak sesuai ketentuan yang termaktub dalam PP No 77 tahun 2007, lambang kota surabaya berupa perisai segi enam dengan gambar tugu pahlawan, ikan dan buaya diminta untuk segera dirubah. Hal itu seperti yang disampaikan Purn Polri sekaligus mantan anggota DPRD, Rasjidin Donosuparto.
Rasjidin Donosuparto menyebutkan, dalam peraturan pemerintah no 77 tahun 2007 disebutkan bahwa logo yang dibuat harus mencantumkan identitas dari daerah yang bersangkutan. Seperti halnya diberi motto sekaligus nama kota atau daerah yang dimaksud.
“Sebagai rasa kepedulian warga Surabaya terhadap kotanya, saya beranggapan bahwa logo kota Surabaya perlu disempurnakan,” saran Rasjidin Donosuparto.
Menurut Rasjidin Donosuparto, pemberian tulisan serta motto sebenarnya sama sekali tidak mengubah posisi maupun bentuk gambar yang sudah ada. Apalagi, dengan diberinya tulisan nama kota serta logo justru akan membuat makan logo menjadi semakin komperehendip.
“Logo yang ada saat ini kan dulu ditetapkan oleh DPRDS pada 19 Juni 1955. Makanya akan lebih baik jika kemudian disempurnakan dengan peraturan daerah (perda) Devinitif,” ungkapnya.
Selain menyoroti belum ditampilknay motto serta nama Kota Surabaya, menurutnya, logo yang ada sekarang juga tidak memmuat elemen gambar beraspek religius spritual dengan fisik materi nasinal. Namun untuk hal itu bisa disempurnakan denga menambah gambar bintang.
“Logo kota Surabaya, juga harus mencantumkan identitas kota Surabaya sebagai daerah bahari. Tapi itu bisa disiasati dengan menambah warna biiru di dasar logo,” sungut warga Ketintang Baru ini.
Sementara menyikapi usulan yang disampaikan salah satu warga, Ketua DPRD Surabaya Mochammad Machmud akan menyampaikan usualan tersebut dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus).
“Sebelumnya, saya akan menindaklanjuti usulan tersebut di tingkat komisi. Sebab jika memang salah, ya menjadi tugas kita untuk meluruskan,” kata Mochammad Machmud saat ditemui di ruanganya.
Machmud mengungkapkan, sebenarnya usulan yang disampaiakn oleh Rasjidin Donosuparto sudah lama diutarakan. Namun sejauh ini tidak pernah mendapat respon dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya. Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak duduk bersama guna membahas masalah logo Kota Surabaya.
“Tidak perlu gengsi-gengsian. Kalau memang salah ya harus kita luruskan,” tegasnya.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan emngundang pemerintah kota guna membiacara masalah logo Surabaya. Sebab ia merasa yakin apa yang tertuang dalam PP no 77 tahun 2007 itu adalah yang benar.
Menurut Machmud, melihat sekilas lambang Surabaya yang ada sekarang, sebenarnya cukup membingungkan. Sebab dalam logo tersebut, tidak disertai satu katapun yang menunjukan itu lambang kota pahlawan. “Nanti yang membahas masalah ini, akan kita bentuk pansus. Sebab untuk melakukan perubahan perlu dibuat peraturan daearah sebagai dasarnya,” pungkas mantan wartawan itu. (k1/r4)