Lokalisasi Klakah Rejo Ditutup, Mucikari Emosi

Tidak ada komentar 170 views

Surabaya, (DOC) – Dalam kurun beberapa bulan setelah dilakukan penutupan lokalisasi Dupak Bangunsari dan Kremil. Kini, Pemerintah Kota Surabaya kembali menutup lokalisasi yag berada di lokasi Klakah Rejo, Kecamatan Benowo. Penutupan lokalisasi ini disambut baik oleh warga Klakah Rejo. Minggu (25/8/2013), di lapangan Futsal Klakah Rejo warga menggelar deklarasi bahwa Klakah Rejo bebas dari prostitusi. Saat itu juga diwarnai penolakan para mucikari. Mereka merusak papan penutupan lokalisasi tersebut.
Isi deklarasi warga Klakah Rejo menginginkan agar wilayahnya menjadi wilayah yang bersih, sehat, aman, nyaman dan bebas prostitusi. Warga juga menginginkan wilayah Klakah Rejo menjadi wilayah yang bermartabat m elalui pembangunan usaha perekonomian yang sesuai dengan tuntunan agama dan peraturan. Selain itu, warga mengharapkan bimbingan dari ualama dan Pemkot Surabaya demi kemajuan wilayah Klakah Rejo.
Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismahrini dalam sambutannya menyampaikan bahwa program penutupan lokalisasi dilakukan demi masa depan anak-anak. Sebab, menurut Risma tumbuh kembagn seoarang anak sangat terpengaruh sekali terhadap lingkungan sekitarnya.
“Jika kita tidak segera menutup lokalisasi di Surabaya, maka akan mempengaruhi karakter anak kita kelak. Kita bisa tidak bisa membayangkan jika anak-anak di lingkungan prostitusi sudah tertarik dengan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Kemudian mereka terjerumus dan terjangkit penyakit HIV/AIDS. Tentunya, hal semacam tidak kita harapkan terjadi pada anak-anak kita sebagai penerus bangsa,” ujarnya dihadapan warga dan para wanita harapan Klakah Rejo.
Disamping itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Eko Haryanto mengatakan kondisi di Klakah Rejo lebih bagus daripada di Dupak Bangunsari. Karena, pihak Pemkot melalui Dinas Sosial telah lama melakukan pendekatan kepada para tokoh masyarakat dan warga lokalisasi. “Dan ternyata hasilnya warga menyambut baik adanya rencana penutupan dan bisa direalisasikan sekarang dengan dipertegas deklarasi warga Klakah Rejo,” terangnya.
Sebelum dilakukan penutupan, Eko menjelaskan bahwa warga sudah diajak musyawarah terkait pasca penutupan. Menurutnya problem sebenarnya masih terkait masalah ekonomi. Untuk itu, masih kata Eko Pemkot Surabaya selalu menanyakan kepada warga tentang usaha apa yang mereka inginkan setelah penutupan lokalisasi. Termasuk apabila warga bersedia untuk dibangun pasar dan sentra PKL di wilayah Klakah Rejo.
“Jadi, diharapkan pasca penutupan perekonomian warga bisa menjadi lebih baik. Sebelum penutupan Dinas Sosial juga telah membentuk kelompok-kelompok usaha, mereka diberikan pelatihan ketrampilan dan merubah pola pikir mereka,” pungkasnya.
Eko menambahkan warga Klakah Rejo bisa belajar ke Dupak Bangunsari. Disana, kata Eko, ada UKM yang produknya sudah mampu menembus pasar internasional. Makanya, diharapkan warga serta tokoh masyarakat bisa melihat perubahan yang terjadi diDupak Bangunsari.
“Walaupun, mereka sudah tidak lagi bekerja sebagai PSK, sekarang mereka bisa mandiri berkat pelatihan ketrampilan yang telah kita berikan. Kita akan terus mendampingi mereka sampai mereka benar-benar mandiri dan tidak kembali ke pekerjaan lamanya,” tuturnya. (r4)