Lokalisasi Tambak Asri Resmi Tutup, Berikutnya Dolly

Tidak ada komentar 152 views

Surabaya, (DOC) – Niatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup lokalisasi Tambak Asri pada April 2013 berjalan sesuai rencana. Pembukaan selubung plang bertuliskan “Tambak Asri Kampung Bebas Prostitusi” oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi penanda resmi berakhirnya ‘sepak terjang’ Tambak Asri sebagai salah satu kawasan bisnis esek-esek.

Penutupan lokalisasi yang bertempat di balai RW 6 pada Minggu (28/4) malam itu juga dihadiri Kapolres Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim K.H. Abdusshomad Buchori, serta sejumlah pejabat lain.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, lokalisasi yang terletak di wilayah Kelurahan Morokrembangan tersebut dihuni oleh 354 PSK dan 96 mucikari. Mereka beroperasi di 96 wisma yang ada di RW 6 dan 9. Namun, pasca penutupan, semua PSK dan mucikari sepakat beralih profesi. Mereka yang berasal dari luar Surabaya akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan, komitmen bersama warga Tambak Asri untuk mengubah citra kampungnya merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, kini sudah saatnya para PSK meninggalkan profesi lamanya dan beralih ke peluang kerja yang baru.

Pada kesempatan itu, Risma -sapaan wali kota- bertekad menata wilayah eks-lokalisasi itu agar aksesnya lebih nyaman. Salah satunya, dengan merombak daerah sekitar jembatan, tepatnya di bawah tol. “Nanti di sini akan kita bangun pasar. Mari kelola bersama. Di pasar itu banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu berjanji akan terus memantau Tambak Asri pasca penutupan. Tentunya dengan kerja sama antara Satpol PP, Linmas, serta melibatkan TNI dan Polri, pengawasan akan terus dilakukan. “Kami akan ikuti perkembangan di sini. Hukum akan berlaku atas setiap pelanggaran yang dilakukan,” tegasnya.

Pemkot sejatinya sudah menjadwalkan waktu penutupan sejumlah lokalisasi. Tak terkecuali Dolly yang notebene merupakan lokalisasi terbesar di Surabaya. Berikutnya, pemkot akan menyasar lokalisasi Sememi. Estimasi waktunya sekitar dua bulan lagi. Sedangkan terkait Dolly, Risma mengaku sudah mengantongi modal strategi. Soal persisnya, ia enggan menjelaskan lebih lanjut.

“Sekarang kita sudah tahu strategi menutup Dolly, tapi maaf belum bisa saya katakan sekarang. Yang pasti kami mohon doa restunya seluruh warga Surabaya, semoga akhir tahun ini atau setidaknya sesuai jadwal pada 2014 Dolly sudah bisa berhenti beroperasi,” pungkas Risma. (r4)