Longsor Magelang Putus Jalur ke Candi Borobudur

Magelang (DOC) – Bencana tanah longsor melanda wilayah Magelang. Longsor mengakibatkan jalur penghubung Candi Borobudur di Kecamatan Borobudur dan Museum Marmer di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang putus. Longsor juga memaksa sejumlah warga mengungsi.

“Jalan yang putus itu ada di Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Jalan benar-benar putus tidak bisa dilewati, aspalnya habis terbawa material longsoran,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Selasa (13/2/2018).

Edi mengatakan, warga maupun wisatawan yang hendak menjangkau dua daerah tersebut harus memutar sejauh sekitar 4 kilometer.

“Sementara ini, kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR). DPUPR juga sudah mempersiapkan alternatif untuk mengatasi masalah ini, mau dibuatkan jalur di mana, arahnya kemana,” terang Edi.

Hari ini, lanjutnya, BPBD juga melakukan koordinasi kembali dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mengingat, musibah longsor yang terjadi akibat hujan Minggu (11/2/2018) malam mencapai 19 kejadian.

“Ada sekitar 50 orang warga Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Salaman yang juga mengungsi akibat musibah ini. Mereka ada yang mengungsi di rumah saudara, di masjid, maupun lainnya,” ungkap Edi.

Koordinasi hari ini, kata dia, termasuk membahas solusi bagi warga yang mengungsi tersebut. Apakah akan ditempatkan di balai desa, di rusunawa, atau di tempat lain.

“Kita juga harus melakukan langkah antisipasi karena potensi bencana longsor masih mengancam. Masih ada retakan-retakan tanah yang terpantau di beberapa titik,” ujarnya.

Edi mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini. Khususnya warga yang tinggal di lereng perbukitan, seperti di Menoreh, Windusari, Kajoran, Tempuran.(dtc/ziz)

Tag: