Lumpur Metatu Gresik Makin Bahaya

Tidak ada komentar 155 views

Gresik,(DOC) – Gas metan yang terkandung di lokasi semburan lumpur di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan.
Genangan Lumpur dan minyak yang berwarna kehitaman – pun, memasuki hari ketiga siang ini (Jumat/16/11/2012) telah meluas hingga melewati pagar bambu yang dibuat oleh Pemkab Gresik radius 100 meter dari lokasi semburan.
Pagar tersebut memang dibuat untuk menghalangi warga yang berdatangan untuk menyaksikan semburan lumpur. Mengingat area semburan sangat mudah terbakar hingga radius 100 meter, karena mengandung gas metana.
Sebelumnya, Pemkab Gresik juga telah berinisiatif membuat tanggul, untuk menghalau luapan lumpur yang kini pengerjaannya baru 50 persen, akibat keterbatasan alat.
“Ketinggian tanggul juga akan disesuaikan.” Ujar Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, saat meninjau lokasi semburan, kemarin Kamis (15/11/2012).
Sementara itu, Berdasarkan informasi di area semburan, Kadar low explosive limit (LEL) meningkat menjadi 36 Persen. “kadar LEL sudah cukup membahayakan karena karakter gas metan mudah terbakar, terutama bila akumulasi besar dan ada sumber api. Bisa saja terjadi ledakan.” Jelas Misbach, Petugas Joint Operating Body, Pertamina Petrochina East Java.
Diwaktu yang sama, Kepala desa Metatu Bejeng Gresik Jatim – Nur Hadi malah menyambut gembira dengan semburan lumpur bercampur minyak yang keluar tanpa campur tangan manusia.
“ini merupakan bukti, Bahwa di wilayahnya banyak terdapat kandungan minyak. Namun sayangnya selama ini pemerintah tak menggubrisnya, agar dilakukan eksplorasi.” Jelas Nurhadi.
Di Desa Metatu sendiri terdapat delapan titik sumur tua peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Menurut Nurhadi, Kandungan minyak nya juga diangap tinggi . “warga sekitar sering menggali sumur. yang keluar bukan air, tapi lantung atau minyak mentah.”ImbuhNya. (r-7)