Machmud Dituding Ganjal WS Jadi Wawali

Tidak ada komentar 96 views

Surabaya, (DOC) – Walikota Tri Rismaharini terancam tanpa pendamping mengarungi sisa jabatannya. Pasalnya, hingga saat ini proses pembentukan panitia pemilihan (Panlih) wakil walikota (wawali) masih belum terbentuk karena terjadi tarik ulur. Dari tujuh Fraksi DPRD Surabaya yang harus mengirimkan perwakilannya untuk menjadi anggota panlih, baru tiga fraksi yang sudah menyerahkan ke ketua dewan, yakni Fraksi PDIP, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) dan Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS).
Berlarut-larutnya pembentukan panlih ini memunculkan anggapan bahwa sedang terjadi perang kepentingan untuk menjadi pendamping orang nomor satu di Surabaya ini (ada kaitannya untuk kepentingan Pilwali 2015 mendatang). Terbukti, meski posisi wawali menjadi jatah F-PDIP untuk menempatkan kadernya, namun keputusan tetap menjadi hak politis seluruh anggota dewan untuk menentukan suaranya.
Akibatnya, F-PDIP meradang, dan menganggap Ketua DPRD Surabaya Moch Mahmud sengaja menghambat proses pemilihan dua kadernya yang saat ini dicalonkan yaitu Wisnu Sakti Buana (WS) dan Syaifudin Zuhri.
Bahkan, muncul anggapan bahwa M Machmud sengaja mensetting agar WS tidak bisa mendampingi Tri Rismaharini. Ini karena Machmud juga berkeinginan maju menjadi orang nomor dua di Surabaya pada Pilwali 2015. ”Enggak lah kalau soal itu. Sebagai salah satu kader Demokrat, tugas saya kan sudah selesai karena fraksi sudah mengirimkan anggotanya sebagai panlih,” ungkap Machmud ketika ditemui Kamis (5/9/2013).
Selain itu, lanjut dia, dirinya sudah membantu sesuai kewenangannya sebagai ketua dewan. Bahkan, sudah mengirim surat dua kali untuk meminta semua fraksi mengirimkan utusannya guna menjadi anggota panlih.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana (WS) yang dijagokan PDIP sebagai pengganti Bmbang DH memilih tidak mereaksi isu penjegalan itu. WS mengatakan semua mekanisme dan aturan sudah dilalui oleh dirinya dan F-PDIP dalam melakukan suksesi wawali. “Semua sudah sesuai mekanisme tinggal dibentuk panitia pemilihan saja,” katanya.
Ditanya usulan agar F-PDIP melakukan komunikasi dengan fraksi lain, WS mengaku siap menggelar pertemuan tersebut. Bahkan ia menyerahkan sepenuhnya format pertemuan yang akan digelar kepada fraksi-fraksi. “PDIP, dari awal sudah siap menggelar pertemuan itu. Sebenarnya, untuk tataran ketua fraksi juga telah terjalin komunikasi,” tandasnya.
Sementara sumber di internal dewan, menuturkan usaha Machmud untuk mengganjal WS sebagai wawali bukan tanpa alasan. Pasalnya, kalau sampai WS mendampngi Tri Rismaharini, bukan tidak mungkin formasi pasangan walikota yang diusung PDIP dalam Pilwali 2015 tidak akan berubah.
“Kalau Wisnu Sakti mendampingi Tri Rismaharini, tentunya peluang Machmud yang juga berkeinginan mendampingi akan tertutup. Ibaratnya, Tri Rismaharini tidak akan dilepaskan PDIP dan dipingit,” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Namun sumber lain menuturkan, berlarut-larutnya pemilihan wawali disebabkan oleh satu kata, yakni, tidak adanya “kesepakatan” (diduga soal besar kecilnya aliran uang, red). “Yang lain itu hanya bumbu-bumbu penyedap saja. Intinya, ya itu tidak ada ayau belum ada kesepakatan,” tuturnya. (r12/r4)