Mahasiswa Asing Lintas Negara Betah di Surabaya

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya,(DOC) – Puluhan mahasiswa lintas negara mengikuti ‘perkuliahan’ di ruang wali kota Surabaya. Mahasiswa itu diterima Asisten II Sekkota M Taswin dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya Chalid Buchari.

Kegiatan itu merupakan bagian dari kunjungan delegasi AEON Asia Eco Leader dalam rangka pembelajaran mengenai pengelolaan sampah. Ada 84 mahasiswa dari China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia, mendapat kesempatan belajar tentang pengelolaan lingkungan di Kota Pahlawan. Rombongan itu dipimpin Moto Tomomura, Sekjen AEON 1% Club.

Tomomura mengatakan, AEON merupakan korporasi perusahaan bermarkas di Jepang yang memiliki jaringan di beberapa negara. Dan 1% memiliki arti, perusahaan-perusahaan yang termasuk jaringan AEON wajib menyisihkan 1% dari total revenue untuk kegiatan-kegiatan di bidang sosial, kultur dan lingkungan.

Terkait kebersihan Kota Surabaya justru yang mendapat pujian dari Tomomura. Dia secara blak-blakan menyatakan bahwa kondisi jalan di Surabaya jauh lebih bersih dibandingkan Jakarta. “Untuk ukuran kota besar, kota ini sangat bersih dan nyaman,” ujar Tomomura, Rabu(27/11/2013).

Selain itu, nama Kota Surabaya sangat terkenal di Jepang, khususnya terkait bidang lingkungan. Oleh karenanya, dia langsung memutuskan menjadikan Surabaya sebagai salah satu kota yang dikunjungi delegasi AEON Asia Eco Leader.

Sementara, Asisten II Sekkota M Taswin serta Kepala DKP Chalid Buhari, lebih banyak mengupas upaya pemkot menjadikan Surabaya sebagai kota berwawasan lingkungan. Perubahan Surabaya ini tidak lepas dari tiga hal utama, yakni pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif.

Dijelaskan Chalid, Surabaya memulai langkahnya di bidang lingkungan dengan meminimalisir sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Caranya dengan menerapkan semboyan 3R (reduce, reuse, recycle) atau bisa diartikan mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.(humas/r7)