Mahasiswa Tolak Pancasila Jadi 4 Pilar Kebangsaan

Tidak ada komentar 291 views

Surabaya, (DOC) – Sudah hampir setahun yang lalu, MPR telah menetapkan empat pilar kebangsaan yang harus ditaati oleh setiap warga negara. Upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme ini diwacanakan pertama kali oleh Almarhum Taufiq Kemas selaku ketua MPR. Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
Banyak sekali pro dan kontra yang muncul terkait masuknya Pancasila sebagai salah satu elemen dari empat pilar kebangsaan. Karena dinilai mensejajarkan Pancasila sebagai salah satu pilar adalah sebuah kemunafikan terhadap pendiri bangsa ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, Mahkamah Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dengan Permimpunan Mahasiswa Pemerhati Bangsa (PMPB) menggelar sebuah seminar yang membahas tentang Pancasila sebagai salah satu dari empat pilar kebangsaan, di Kampus ITS, Surabaya.
Menurut salah satu pembicara yang merupakan pendiri LSM Rumah Pancasila, Bagus Taruno Legowo, berpendapat bahwa Pancasila tidak dapat dijadikan salah satu pilar kebangsaan. “Kita tidak bisa menjadikan Pancasila sebagai sebuah pilar kebangsaan, karena Pancasila adalah sebuah pondasi,” ujar Bagus, pasca mengisi seminar.
Lanjutnya, timbul sebuah ketakutan ketika Pancasila disejajarkan dengan UUD 1945 yang notabennya sudah mengalami amandemen beberapa kali. “Saya curiga, bahwa dengan dimasukkannya Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan, tidak menutup kemungkinan bahwa Pancasila juga akan diamandemen,” tukasnya.
Dari beberapa pendapat yang berkembang di dalam seminar, kebanyakan dari peserta pun keberatan atas dimasukannya Pancasila sebagai salah satu dari empat pilar kebangsaan. Alasan mereka, kedudukan Pancasila sebagai “induk” dan dasar negara sudah mutlak atau tidak dapat diganggu gugat. Apalagi memang seharusnya Pancasila diberikan tempat yang semestinya di negara ini, jangan sampai Pancasila tergantikan oleh ideologi bangsa lain, sebab Pancasila merupakan sebuah warisan yang arif. (r4)