Mahasiswa Tuntut Kejari Jember Adili Koruptor Dana Pendidikan

Jember,(DOC) – Tindakan korupsi di wilayah Jember Jawa Timur, nampaknya dianggap hal yang wajar. Indikasi ini tercermin dalam beberapa kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Jember, yang masih berlenggang kangkung untuk mengulangi perbuatannya tanpa bisa di jerat oleh aparat penegak hukum.

Protes masyarakat yang disampaikan melalui media massa pun, terkesan tidak dihiraukan dan dianggap ocehan liar. Mengingat para pelaku dugaan korupsi di Jember, merasa bisa mengendalikan
aparat hukum untuk tidak terlalu serius melakukan tindakan.

Sumber yang mengatasnamakan Bambang Tribuono salah satu pimpinan LSM Persatuan Mahasiswa Jember(PAMER), mengirim release ke media ini, bahwa salah satu kasus terbaru yang mengagetkan masyarakat yaitu kasus korupsi dana pendidikan di Jember tahun 2010 lalu.

Dalam releasenya tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Achmad Sudiono(AS), telah dijatuhi vonis 1 tahun penjara oleh pengadilan tipikor Surabaya. Selain itu, beberapa pejabat yang terlibat dalam kasus itu, juga mendapat hukuman yang bervariatif.
Menurutnya, terpidana sempat mengajukan banding dan kasasi ke Mahkamah Agung(MA) namun ditolak, sehingga keputusan pengadilan tersebut, harus dilaksanakan karena sudah inkrah.

Fakta yang diungkap oleh PAMER sekarang, Bahwa AS hingga kini masih belum menjalani hukuman penjara, sebaliknya Bupati Jember malah mempromosikan AS menjadi Kepala Dinas Perdagangan & Perindustrian Pemkab Jember.

Dengan fakta ini, Ia menengarai bahwa praktek korupsi di wilayah Kabupaten Jember berjalan terorganisir dan masif. Selain itu, Bupati Jember juga diduga terlibat dan menjadi sutradara dalam setiap kasus korupsi yang melibatkan para pejabat di Pemkab Jember.

“Apalagi bersamaan dengan hal ini, banyak kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negri Jember yang secara tiba – tiba lenyap dan tidak ada tindak lanjutnya. Misalnya kasus korupsi laptop senilai Rp14 milyar, Kasus Pengadaan Laboratorium Farmasi Universitas Jember senilai Rp30 milyar, Kasus korupsi dana perbaikan sekolah, dan masih banyak lagi,”jelas Bambang dalam releasenya, Jumat(15/11/2013).

Kini, tindakan tidak terpuji ini, sudah dilakukan secara terbuka, khususnya penggunaan dana pendidikan. Anehnya lagi, kasus korupsi di wilayah Dinas Pendidikan Pemkab Jember, hampir kesemuanya menggunakan dana APBN yang dialokasikan untuk peningkatan mutu pendidikan, seperti pengadaan laptop dan laboratorium farmasi. Bahkan sekarang terdapat temuan lagi, bahwa ada proyek multiyears untuk pendidikan yang menggunakan dana APBN dan dianggarkan sejak tahun 2011, 2012 & 2013.

“Kejaksaan Negeri Jember harus melakukan tindakan nyata dengan mengeksekusi AS, Memeriksa para pelaku korupsi laptop, laboratorium farmasi, dana perbaikan sekolah, sekaligus mengawasi pengadaan peningkatan mutu pendidikan 2011, 2012 & 2013 di Jember yang sekarang tengah berlangsung,” tuntut Koordinator PAMER Shodikin.(r7)