Mahfudz MD: Sukses Butuh Perjuangan dan Kerja Keras

Tidak ada komentar 161 views

Surabaya, (DOC) – Mantan Menhan Mahfud MD menyemangati puluhan peserta kemah nasional di sesi acara ceramah ilmiah, Selasa (25/6/2013). Dalam kesempatan ini Mahfudz memaparkan tiga hal penting yang harus dimiliki oleh semua peserta tentang cara menggapai kesuksesan.
Menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi kelahiran Madura ini, cara pertama untuk bisa sukses adalah butuh perjuangan. Tanpa perjuangan yang sungguh-sungguh tidaklah mungkin kesuksesan itu akan mampu kita gapai. Kedua adalah bekerja keras. Bekerja keras dalam segala bidang dan ditempuh dengan cara yang benar. Sedangkan cara yang ketiga adalah berani menghadapi tantangan.
“Sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama, kalian harus siap menghadapi tantangan yang ada di depan. Jangan pernah merasa tidak mampu sebelum mengerjakan atau merasa minder dengan kemampuan kita,” tandas tokoh yang juga kader Ma’arif ini.
Lebih lanjut Mahfud menandaskan, sebagai warga Nahdlatul Ulama, kita harus merasa bangga karena NU telah melahirkan banyak sekali tokoh dan pemimpin yang cukup disegani. Satu diantara tokoh yang bisa kita banggakan dan kita teladani adalah Hadrotussyeich KH Hasyim Asy’ari. Seorang ulama besar dan kharismatik yang mampu menggerakkan jutaan orang untuk melawan penjajah dengan resolusi jihadnya.
“Untuk itu, mari kita bangun semangat utamanya bagi kader-kader muda NU dimanapun mereka berada untuk selalu siap menghadapi tantangan dan mengemban amanat dengan sebaik-baiknya,” ujar Mahfud.
Sejarah mencatat, betapa hebatnya tekanan yang diterima oleh orang-orang NU dimasa lalu, ternyata tidak mampu mematahkan semangat orang-orang NU untuk melahirkan tokoh-tokoh hebat di masanya. Pandangan negative terhadap santri yang diidentikkan dengan istilah kaum pinggiran, tidak maju dan terbelakang, ternyata terpatahkan dengan kenyataan telah banyak lahirnya tokoh-tokoh nasional yang berasal dari kalangan pesantren atau NU.
“Tercatat, nama Alwi Syihab, mantan menteri luar negeri di era pemerintahan Gus Dur. Ada lagi ibu Khofifah Indar Parawansa, yang sekarang maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dan saya sendiri yang pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan. Itu semua adalah produk-produk pesantren, santri NU, yang nyatanya mampu dan sukses mengemban amanat yang diberikan,” ujar tokoh yang digadang-gadang oleh banyak pihak sebagai calon presiden Indonesia penuh semangat. (r4)