Mahmud Tak Komunikatif, Fraksi-Fraksi Wacanakan Dua Kandidat Ketua DPRD Surabaya

Surabaya (DOC) – Hampir seluruh Fraksi di DPRD Surabaya menghendaki calon ketua DPRD yang diajukan oleh partai pemenang Pemilu 2009, yakni Partai Democrat adalah dua orang. Wacana tersebut dihembuskan sejumlah fraksi, karena figure M. Mahmud calon tunggal yang diusung dianggap tidak komunikatif. Anggota Fraksi PKB, Masduki Thoha, Minggu (12/5/2013) ketika dihubungi mengakui, bahwa sesuai aturan Partai Demokrat berhak mengajukan calon dalam jumlah berapa pun. Usulan lebih dari satu calon dihembuskan, agar lembaga legislative ini tidak kembali terpuruk, akibat manajerial yang tidak bagus seperti ketika dipimpin Wisnu wardhana. Selama ini beberapa fraksi menilai figgur M Mahmud tidak mampu menjalin komunikasi dengan kalangan anggota dewan.
“Beberapa fraksi membantu mengakhiri polemic (Melengserkan Wisnu Wardhana), dengan harapan Mahmud bisa tampil bersuara, tapi ternyata yang orang lain yang berjuang. Ironisnya, orang itu malah tidak dapat porsi apapun” tegasnya.
Masduki mengungkapkan, indikasi kurangnya komunikasi M. Mahmud dengan sejumlah fraksi lain adalah pasca rapat Parpipurna pelengseran Wisnu Wardhana dari Kursi ketua DPRD.
“Setelah paripurna, ada indikasi Mahmud tidak membutuhkan fraksi-fraksi” paparnya.
Pengurus Wilayah GP Anshor jatim ini menegaskan tidak ada kepentingan politis dalam pengajuan calon lebih dari satu orang. Pihaknya hanya menghendaki lembaga legislative ini bisa menjalankan fungsinya dengan sebaiknya-baiknya. Itu bisa terjadi jika ada komunikasi yang efektif antara pimpinan, fraksi dan anggota.
“Kita tidak pernah berbicara masalah kue (kekuasaan), tanya orang-orang (Partai)Demokrat. Mari kita perbaiki struktur lembaga dewan bareng-bareng dengan komunikasi yang baik” tegas Masduki.
Anggota komisi D ini mengatakan, meski Partai Democrat mempunyai otoritas dalam pengajuan calon Ketua DPRD, namun bila fraksi-fraksi lain mengusulkan kandidat lebih dari satu orang adalah sah-sah saja. Pasalnya, menurutnya keputusan akhhir berada di Badan Musyawarah.
“Kita minta lebih dari satu (Orang), jika dikuorumkan di Banmus, ya selesai” katanya.
Menanggapi usulan sejumlah fraksi agar kandidat ketua DPRD lebih dari satu , Anggota Fraksi Partai Democrat, Junaedi mengatakan, mengada-ada. Ia menegaskan, jumlah kandidat yang diajukan sebagai Ketua DPRD tidak diatur dalam peraturan perundangan dan peraturan pemerintah.
“Gak ada dalam aturan dan PP. (Partai) Demokrat tetap ajukan satu nama. Itu otoritas Partai pemenang’’ jelas Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya.
Junaedi menduga wacana calon ketua DPRD agar diajukan lebih dari satu orang bertendensi mempersulit pergantian pimpinan. Pasalnya, situasi yang internal dewan yang saat ini terlihat kondusif seharusnya tetap dijaga.
“Saya lihat, ini mengada-ada, indikasi memperpanjang atau mempersulit pergantia Ketua DPRD” katanya.
Junaedi mengatakan, jika yang dipermasalahkan soal komunikasi, ia berdalih selama ini M. Mahmud calon yang diajukan oleh Partai democrat menggantikan Wisnu Wardhana telah menjalin hubungan yang baik dengan fraksi-fraksi lainnya.
Meski mendapat ganjalan beberapa fraksi lain, DPC Partai Democrat bersikeras mengusung M. Mahmud sebagai Ketua DPRD. Usulan tersebut sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari DPP Partai Democrat. Menurut Junaedi, usulan itu telah masuk ke secretariat DPRD.
“Kita sudah masukkan surat pergantian.Jauh-jauh hari sudah masuk” tegasnya. (K-4)