Managemen Hotel Amaris Belum Penuhi Janji, Komisi A Akan Panggil Lagi

foto : Hotel Amaris dilihat dari Grahadi

Surabaya,(DOC) – Pembangunan Hotel Amaris yang sempat dipermasalahkan oleh Pemprov Jatim dan komisi C DPRD kota Surabaya, karena posisinya menghadap ke gedung negara Grahadi, nampaknya masih menjadi persoalan serius.

Kali ini giliran komisi A DPRD kota Surabaya yang akan memanggil managemen hotel Amaris dan beberapa pihak terkait, untuk mempertanyakan re – desain sejumlah kamar hotel Amaris yang menghadap langsung ke Grahadi dan bisa membahayakan keamanan para tamu Negara saat berkunjung.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto menyatakan, Dinas pemberi izin di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya juga akan dipanggil untuk membahas re-desain hotel Amaris.

“Awalnya kan ada protes dari DPRD Provinsi yang kami tindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan yang hasilnya semua pihak akan berkoordinasi. Makanya akan kami panggil lagi untuk meminta hasil koordinasinya seperti apa?,  demi faktor keamanan tamu Negara di Gedung Grahadi,” kata Herlina, Jumat(3/11/2017).

Seperti diketahui, pembangunan hotel Amaris ini cukup menarik perhatian sejumlah kalangan masyarakat hingga salah satu anggota Komisi C DPRD kota Surabaya, Vinsensius Awey, melakukan Sidak tunggal ke lokasi proyek.

Dalam kesempatan itu, Awey sempat menemui perwakilan managemen hotel yang menyanggupi perubahan desain sejumlah ruangan kamar hotel agar tidak bisa langsung melihat Grahadi demi faktor keamanan tamu Negara.

Namun sampai sekarang, pihak managemen hotel Amaris belum memberikan report perubahan desian tersebut, hingga Komisi A mempersoalkannya lagi.

Disisi lain, Pemkot Surabaya menagih janji kesepakatan hotel Amaris yang sanggup mendesain ulang sejumlah kamar hotel yang menghadap langsung ke gedung Negara Grahadi.

Eri Cahyadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya, menjelaskan, isi kesepakatan kedua belah pihak yaitu  hotel Amaris harus memasang baja pelindung di sisi gedung yang menghadap diseberang Grahadi.

“Jadi kalau ada jendela atau apapun harus ditutup bisa dengan menggunakan rangka baja,” ungkap Eri saat dikonfirmasi.

Eri menambahkan, Penambahan opsi desain pelindung ini tertuang dalam klausul persyaratan izin pembangunan hotel Amaris.

“Jadi waktu itu kita persyaratkan seperti itu jika diperlukan bisa berkoordinasi dengan TNI. Harus dipenuhi dan pembangunan bisa dilanjutkan,” tukas Eri.(hm/rob/r7)