Mandor Proyek Pasar Turi Mogok, Investor Larang Wartawan Meliput

Surabaya,(DOC) – Akibat 5 kali tagihan tak terbayar oleh PT TBR salah satu investor pembangunan Pasar Turi, 24 mandor pekerja melakukan aksi mogok kerja, Selasa(29/4/2014) siang.
Mogok kerjanya juga diikuti oleh para pekerjanya yang melakukan pengerjaan finishing pembangunan Pasar Turi, seperti diantaranya pengecatan dan plamir.
Menurut pengakuan Marduki salah satu mandor yang melakukan aksi mogok kerja, bahwa 100 persen gaji tidak terbayarkan dalam 5 kali tagihan. Ia menambahkan, setiap kali tagihan seharusnya dibayar 5 juta rupiah, namun sejauh ini hanya diberi 3 juta rupiah.
“Ini sudah lima kali tagihan atau pembayaran. Setiap pembayaran itu dua minggu sekali. Dan dibayar hanya 3 juta. Sisanya hanya dijanjikan saja,” ujar Marduki disela aksinya.
Para pekerja melakukan aksi mogok, hanya dengan duduk di lokasi proyek dan tidak melakukan aksi orasi. Rencananya aksi mogok ini akan dilakukan sampai ada kejelasan pembayaran tagihan dari PT TBR.
Sementara terpisah, Supervisor dari PT TBR, Jatmiko, saat dikonfirmasi justru emosi dan melarang para awak media meliput serta menyiarkan aksi mogok tersebut.

“Awas sampai ada beritanya. Saya tidak mau PT ini (TBR) dijelek-jelekkan. Kalian tidak ada ijin dan surat tugas untuk meliput,” bentak Jatmiko

Dampak dari aksi mogok ini pun berimbas pada keresahan pedagang Pasar Turi yang berada di Tempat Penampungan Sementara. Pedagang kuatir jika ada aksi mogok yang berkepanjangan, tentunya akan berimbas lagi pada target selesainya Pasar Turi yang dijadwalkan sebelum puasa.
Abdul Syukur ketua kelompok pedagang Pasar Turi(Kompag) menyatakan, target pedagang untuk bisa berjualan pada bulan ramadhan dikuatirkan kandas. Karena ada indikasi bahwa pihak investor pembangunan sudah kehabisan dana.
“Tanggal 10 April deadline pembangunan selesai, tapi kenyataannya belum 100 persen. Tanggal 10 para pedagang diminta setor uang Rp.10 juta perstand untuk serah terima kunci, jika tidak diambil, maka pedagang terkena denda Rp. 25 juta. Pedagang sudah sepakat menolak untuk membayarnya. Karena ada indikasi, uang tersebut untuk menalangi tagihan dari para mandor pekerja Pasar Turi,”ungkap pedagang pakaian TNI ini.(r7)