Mantan Gubernur BI Sempat Marah RDG Bank Century

Tidak ada komentar 141 views

Jakarta,(DOC)Mantan Direktur Audit Intern BI Wahyu tak memungkiri jika Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia (BI) sempat marah saat Bank Century kembali dikatakan tak layak mendapatkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) tahap kedua. Ketidaklayakan tersebut lantaran bank tersebut tak memenuhi persyaratan.
“Waktu itu (RDG) tanggapan saya secara pribadi tidak setuju diberikan FPJP karena bank bermasalah. Pak Boediono agak marah kok bisa begitu katanya,” kata Wahyu saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Budi Mulya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Pengakuan itu diungkapkan Wahyu setelah disinggung oleh jaksa KMS A Roni apakah pernah mendengar ucapan pak Boediono dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tanggal 20 Nopember 2008. Saat itu, kata Wahyu, Deputi Gubernur Bidang VII BI, Budi Rochadi menerangkan bahwa pemberian FPJP sudah menjadi keputusan dalam RDG. Padahal, jika FPJP diberikan saat itu jumlah agunan tidak mencukupi nilainya.
Budi Mulya sendiri, kata Wahyu, meminta supaya kekurangan agunan kredit Bank Century tidak dipersoalkan dan meminta dukungan DG BI, Direktorat Pengawasan Intern (DPI, dan Direktorat Hukum (DHk) BI dalam RDG tanggal 20 Nopember 2008. Budi Rochadi, dalam surat dakwaan Budi Mulya memang disebutkan secara lisan menyetujui pencairan FPJP tahap kedua sebesar Rp 187.321.000.000 pada tanggal 18 Nopember 2008. Sehingga, total FPJP yang diberikan ke Bank Century sebesar Rp 689.394.000.000. Padahal, hasil eksekusi agunan yang didapatkan dari Bank Century. Jumlahnya tidak sebesar FPJP yang diberikan oleh BI.(co/r7)