Mantan Lurah Bubutan Akhirnya Ditahan di Rutan Kelas 1 Surabaya

foto : Mantan Lurah Bubutan, M Hanafi ditangkap Polrest Tanjung Perak

Surabaya,(DOC) – Polres Tanjung Perak langsung mengirimkan berkas perkara pungutan liar (pungli) Pedagang Kaki Lima (PKL) Perak Barat yang dilakukan Mantan Lurah Bubutan, Hanafi, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, Jumat(23/2/2018).

“Hari ini kami terima pelimpahan tahap II kasus tersebut dari Penyidik Pidkor Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terang Kasi Intel Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie,SH,MH.

Berbeda dengan kasus lainnya, perkara ini direspon oleh aparat penegak hukum tak sampai 24 jam, pasca penangkapan M. Hanafi dari tempat persembunyiannya.

Usai menjalani tahap II, Lanjut Lingga, pihaknya akan melakukan penahanan selama 20 hari kedepan.

“Tersangka HN akan kami tahan di Rutan Kelas I Surabaya Cabang Kejati Jatim selama dua puluh hari kedepan,” katanya.

Dengan adanya pelimpahan tahap II ini, kasus pungli yang diungkap Tim Saber Pungli Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Berkas perkaranya segera kami limpahkan ke Pengadilan,” ujar Lingga.

Dari pantauan di Kejari Tanjung Perak, tersangka Hanafi menjalani proses tahap II di ruang Pidana Khusus (Pidsus). Saat menjalani pemeriksaan, Hanafi didampingi penasehat hukumnya, Ufuk Chrisma Wibowo, SH.

Mantan Lurah Bubutan ini mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.25 WIB hingga pukul 14.30 WIB, Jumat(23/2/2018).

Usai pemeriksaan, Hanafi langsung mengenakan rompi tahanan warna hijau pupus dan selanjutnya di giring petugas Kejari Tanjung Perak menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Kelas I  Surabaya Cabang Kejati Jatim.

Terpisah, Ufuk Chrisma Wibowo, SH selaku penasehat hukum tersangka Hanafi membantah kliennya telah ditangkap oleh Tim Pidkor Polres pelabuhan Tanjung Perak.

“Bukan ditangkap tapi mendatangi Polres atas panggilan penyidik, jadi penangkapan itu tidak benar,” terang Ufuk saat dikonfirmasi usai mendampingi Hanafi menjalani pelimpahan tahap II di Kejari Tanjung Perak.

Sebelumnya, tersangka Pungli PKL ini tidak ditahan lantaran adanya jaminan penangguhan penahanan dari Pemkot Surabaya. Saat proses penyidikan berlangsung, M. Hanafi malah menghindar dan bersembunyi di suatu tempat. Aksi melarikan diri ini dilakukan Hanafi, usai Pemkot Surabaya memecat nya sebagai Pegawai Negeri Sipil.(pro/r7)