Mantan Pangdam Iskandar Muda Kutuk Aksi Kekerasan Jelang Pemilu di Aceh

Jakarta, (DOC) – Posko pemenangan calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai NasDem Zubir HT, di Jalan Line Exxon Mobil, Desa Munyee Kunyet, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam ditembaki orang misterius. Dua orang anggota tim pemenangan Zubir dipukuli oleh penyerang tak dikenal tersebut.
Menurut Zubir, insiden tersebut terjadi pukul 04.20 dinihari tadi. Para pelaku yang datang dengan mengendarai sepeda motor matic berwarna merah langsung melepaskan tembakan sebanyak sepuluh kali ke arah posko. Saat itu di posko ada lima orang anggota sedang bertugas. “Begitu mendengarkan suara tembakan, tiga orang anggota yang sedang berjaga di depan posko langsung berhamburan diri menyelamatkan jiwa masing-masing. Sematara, dua orang yang berada di dalam posko tidak sempat melarikan diri, hingga akhirnya mereka dianiaya dengan cara ditendang di kepala, rahang dan punggung sampai memar mengeluarkan darah,” cerita Zubir.
Menurut caleg yang berusia 27 tahun ini, peristiwa penembakan di poskonya merupakan sebuah intimidasi. “Kejadian ini adalah bentuk intimidasi bagi kami yang benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat disini. Mereka para pelaku ingin meruntuhkan semangat kami. Ada beberapa orang yang kami curigai tapi kami sudah membuat laporan kepada Polsek setempat, biar pihak kepolisian yang menyelesaikan ini semua dan masyarakat pun tahu mana pihak yang benar atau yang salah,” ucapnya.
Mantan Pangdam Iskandar Muda, Supiadin Aries Saputra, menyesalkan dan mengutuk keras penyerangan posko pemenangan di Aceh Utara. “Ini adalah kebiasaan lama yang belum hilang sejak dulu, kultur konflik masih melekat sekali di Aceh. Penyerangan tersebut menunjukkan cara-cara berpolitik yang tidak sehat demi menjungkalkan partai NasDem yang saat ini nomor satu di Aceh,” tegas Aries.
Mantan Pangdam IX Udayana ini menghimbau untuk para kader NasDem di Aceh tidak perlu takut. “Lanjutkan memberi pengetahuan politik kepada rakyat, lakukan politik dengan cara-cara yang sesuai hukum. Namun, tetap harus waspada dan jangan bergerak-gerak sendiri,” tambah Aries.
Aries juga mengharapkan Polri bisa lakukan penyelidikan secara serius dan mengusut tuntas. “Tidak usah takut, segera lakukan sweeping senjata ilegal secara diam-diam tanpa harus gembar-gembor. Kalau ini tidak dilakukan maka akan muncul terus hal yang seperti ini. Kali ini partai NasDem, kemarin partai Nasional Aceh, tidak menutup kemungkinan partai-partai lain akan menjadi selanjutnya,” ungkap Aries.
Pengamat Politik, Boni Hargens, mengungkapkan bahwa penyerangan posko NasDem menjadi sinyalemen buruk yang sengaja diciptakan untuk mengganggu menjelang pemilu. “Dengan ditemukannya peluru, itu tandanya pelaku berasal dari kelompok terlatih yang memiliki punya kekuasaan di Aceh,” ucap Boni.
Boni juga mengingatkan untuk pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku, jika tak ingin kejadian ini terulang. ”Ini bukan hanya ancaman untuk NasDem atau partai-partai politik lainnya. Ini adalah ancaman untuk keamanan negara ini”. (r4)