Marak Berdiri Videotron, Surabaya Jadi Hutan reklame

Surabaya,(DOC) – Papan reklame videotron nampaknya kini sudah menjadi trend baru dalam penataan titik reklame. Sehingga tak heran jika sekarang banyak bermunculan reklame canggih disetiap sudut kota Surabaya, seperti di Jalan Tegalsari, Gemblongan, Kemiri dan Ambengan.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) kota Surabaya serasa tidak mempersulit pengurusan izin pendirian papan reklame videotron. Hal ini jelas membuat prihatin Komisi C DPRD Surabaya yang menganggap pemkot tidak lagi konsisten terhadap estetika kota.
Sachirul Alim Anwar ketua komisi C DPRD Surabaya menyatakan Impian kota Surabaya bersih dan indah, kini mulai dipertanyakan kembali. Obral izin pendirian reklame, menurut Sachirul, bisa membuat kota ini menjadi hutan reklame.
“Munculnya videotron-videotron ini akan kita evaluasi. Komitmennya Pemkot seperti apa? Ini yang akan kita tanyakan lagi, karena kalau dibiarkan kota ini akan jadi hutan reklame,” tegasnya, Kamis(30/1/2014).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Herlina Harsono Njoto anggota komisi C asal Fraksi Demokrat. Bahkan Ia juga bisa memprediksi jawaban yang akan dilontarkan DCKTR jika ditanya soal maraknya reklame vidieotron.
“Kalau dipanggil, biasanya Pemkot selalu bilang bahwa ijin videotron tersebut sudah lama dan sekarang ini baru operasionalnya, untuk itu komisi C juga akan mencarikan jawabannya berdasarkan data yang kami miliki, karena jawaban itu klasik alias lagu lama,” jelasnya.

Ia bersama anggota komisi C lainnya menyarankan, jika sudah terlanjur, maka pemkot seharusnya memikirkan juga penggunaan videotron untuk dimanfaatkan sebagai informasi layanan public dan sosialisasi program. Sehingga nilai sosial dan komersil, menurut Herlina bisa se-imbang.
“Mestinya videotron juga dipakai untuk sosialisasi program pemerintah. Seperti Program Gakin, pengurusan IMB atau program-program yang menyangkut pelayanan masyarakat. Tidak melulu komersil,”pungkasnya.(r7)