Marak Pencurian, PLN Rugi 38,7 Milliar

Tidak ada komentar 94 views

Surabaya, (DOC) – PT PLN Distribusi Jawa Timur mengalami kerugian Rp 38,7 miliar, akibat kasus pencurian listrik yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga.
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur, Arkad Matulu menyatakan, tingkat kebocoran listrik yang dinikmati pelanggan secara gratis mencapai 44,492 juta kwh. “Pencurian listrik tersebut paling banyak dilakukan oleh pelanggan rumah tangga. Jumlah mereka mencapai sebanyak 15.492 pelanggan,” kata Arkad, saat di Surabaya, Selasa(8/01/2013).
Modus pencuriannya, Menurut Arkad, dilakukan dengan cara “mbantol” atau menyambung langsung sebelum meter. Indikasinya, bisa dilihat dari rata-rata pemakaian listrik perbulan. Ia menjelaskan, Jika pemakaian listrik, biasanya menggunakan dengan jumlah besar, kemudian bulan berikutnya pemakaian listrik sedikit, maka hal itu bisa ditengarai pencurian. “Jika ada tetangga yang mengetahui soal pencurian tersebut, kami harap mereka mau melaporkannya. Sehingga kami bisa langsung menindaknya,” ungkapnya.
Untuk memberikan efek jera bagi pelaku pencurian listrik, Lanjut dia, PLN memberlakukan sanksi khusus yakni perdata dan memadamkan aliran listrik para pelanggan yang terbukti mencuri. Kasus pencurian tersebut akan ditutup sampai mereka melunasi listrik yang telah dicurinya. “Di Jatim, daerah yang paling banyak kasus pencurian yakni Pamekasan, Kediri, dan Mojokerto,” cetusnya.
Sementara mengenai rasio elektrifikasi, lebih lanjut Arkad mengatakan, dari 8.506 total desa di Jatim sebanyak, kini yang teraliri listrik telah mencapai 8.473 desa, atau kurang 0,4 persen yang belum mendapatkan aliran listrik. “Sampai sekarang, hambatan elektrifikasi terlihat dari adanya desa yang akan dialiri listrik justru melewati daerah khusus seperti daerah milik perhutani,” katanya.
Ia menyebutkan, Disamping terhambat oleh minimnya biaya, kendala yang dihadapi PLN dalam mengaliri listrik di sejumlah desa yaitu susahnya mendapatkan izin dari instansi terkait, dan lokasi desa yang jauh dari daerah terakhir yang sudah teraliri listrik. “Beberapa kawasan yang belum teraliri listrik di Jatim yakni Jember, Bojonegoro, Probolinggo, dan Madura,” jelasnya.
Menyinggung soal pertumbuhan jumlah pelanggan, kembali Ia menjelaskan, hingga November 2012 lalu, target telah terlampaui yaitu sekitar 12,2 persen, dari target pertumbuhan selama tahun 2012 yang telah ditetapkan sebesar 8,9 persen. Jumlah pelanggan hingga November 2012 kini mencapai 8,4 juta atau bertambah 500 lebih pelanggan. Kontribusi pelanggan prabayar, yang semula ditarget sebesar 906.000 pelanggan, sekarang jumlahnya bertambah mencapai 1,247 juta pelanggan. “Sementara, dari total pelanggan 8.407.161 pelanggan maka sebanyak 191.487 pelanggan dari golongan sosial, rumah tangga 7,805 juta, bisnis 345.944 pelanggan, industri 12.236 pelanggan, publik 41.303 pelanggan, dan layanan khusus 10.465 pelanggan. Keseluruhan dayanya mencapai
13.061 MVA dan tahun ini pimpinan kami masih merapatkan berapa target pertambahan pelanggan selama tahun 2013,” jelas Arkad.(dani/R7)