Marvell City Anggap Enteng Upaya Kajari Mengusut Dugaan Korupsi Pelepasan Jalan Upah Jiwa

Surabaya,(DOC) – Optimisme pihak kejaksaan negeri (Kejari) Surabaya untuk mengusut kasus dugaan korupsi pelepasan aset lahan milik Pemkot Surabaya, yaitu jalan Upah Jiwa, kelurahan Ngagel, kecamatan Wonokromo, yang kini dikuasai oleh Marvell City, tak ditanggapi serius oleh PT Asa Land selaku pengelola mall Marvel City.

Salah satu Direktur Marvell City, Edi Purbowo saat dikonfirmasi malah menyatakan belum mengetahui adanya kabar Kejari Surabaya tersebut. Ia selama ini berada diluarkota dan baru bekerja hari ini, Kamis(30/3/2017). ” Aku masih baru dari luar kota pak, belum tahu up-date beritanya,” ucap Edi via selulernya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, pihak Kejari Surabaya, mencium aroma korupsi terhadap pelepasan 11 aset milik Pemkot Surabaya ke tangan swasta. Sebelas asset itu diantaranya, Kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo no 2 Surabaya, Kantor PDAM di jalan Basuki Rashmad no 119-121 Surabaya, Gedung Gelora Pancasila di Jalan Indragirino 6 Surabaya, Waduk Sepat di Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya, Tanah Aset Pemkot Surabaya di jalan Upa Jiwa, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo Surabaya (Marvell City / PT Assa land), Kolam  Renang Brantas di jalan Irian Barat no 37-39 Surabaya, PT Sasana Taruna Aneka Ria (STAR), Jalan Ngagel 153-157 (PT IGLAS), Taman Makam Pahlawan di Jalan May Jend Sungkono Surabaya, Kantor Satpol PP Surabaya dan PT Abbatoir Surya Jaya di jalan Banjar Sugihan-Tandes Surabaya.

Kejari juga telah membentuk tim penyelamatan asset untuk mengusut dugaan korupsi atas lepasnya sebelas asset Pemkot tersebut. Rencananya, pengusutan akan dimulai dari pelepasan 2 asset Pemkot yaitu jalan Upah Jiwa dan Waduk Sepat kelurahan Babatan, kecamatan Wiyung.

Saat ini, pihak Kejari Surabaya telah mengeluarkan surat perintah, dimulainya penyelidikan (Spinlid) terhadap kedua aseet itu. “Kalau memang itu benar, sek(tunggu.red) tak pelajari dulu ya. Aku belum komentar apa-apa dulu ya,” imbuh Edi.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi secara tegas menyebut ada aroma dugaan korupsi pada hilangnya beberapa aset Pemkot Surabaya. Aroma dugaan korupsi itu muncul setelah pihak Pemkot Surabaya melakukan pemaparan di Kejari surabaya.

11 Aset Pemkot Surabaya Yang Lepas ke Swasta

Untuk membuktikan aroma dugaan korupsi itu, maka dikeluarkanlah dua surat perintah dimulainya penyelidikan (Sprinlid) diantaranya pengususutan waduk sepat wiyung dan sprinlid kedua untuk Marvell City di Jalan Upa Jiwa Surabaya.Guna melancarkan pengusutan tersebut, pihak  Kejari Surabaya pun tak tanggung-tanggung membentuk dua tim yang terdiri dari 11 orang. Pengambil dua sample dari 11 aset Pemkot yang hilang sebab dianggap mudah pengungkapannya.
“Akan diusut oleh tim yang terdiri dari 11 orang. Satu – satu mereka akan mengusutnya,” ungkap Didik, Rabu(29/3/2017) kemarin.(rob7)