Masa Kampanye Singkat, Pelanggaran Meningkat

Tidak ada komentar 119 views

Jakarta, (DOC) – Kampanye terbuka tinggal sembilan hari lagi, para calon anggota legislatif dan partai politik (parpol) masih sibuk berkampanye. Sejumlah pelanggaran pun mewarnai jalannya kampanye di berbagai daerah. Pelanggaran yang terjadi mulai dari melibatkan anak-anak di bawah umur, pelanggaran lalu lintas, hingga praktik politik uang.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daniel Zuchron mengatakan, masa kampanye pemilu legislatif hanya 21 hari, namun sudah ada 329 pelanggaran kampanye yang terjadi. “Ada 12 tren pelanggaran kampanye antara lain adalah pelaksana kampanye yang tidak sesuai dengan daftar pelaksana kampanye yang didaftarkan, peserta kampanye tidak berdomisili di tempat kampanye, adanya dugaan pelaksana kampanye membagikan uang atau materi kepada peserta pemilu, penggunaan fasilitas pemerintah, melibatkan warga negara yang tidak memiliki hak pilih,” paparnya.
Daniel menambahkan, apa yang dilakukan para peserta pemilu legislatif masih mengikuti cara lama, yaitu melakukan mobilisasi massa dalam kampanye terbuka akibatnya banyak terjadi pelanggaran. “Ada banyak cara yang bisa dilakukan para caleg untuk melakukan kampanye dan tidak melanggar undang-undang. Mereka bisa melakukan kampanye door to door. Namun, Caleg ataupun parpol tidak suka melakukan itu, mereka lebih memilih mengundang banyak massa. Padahal dengan gaya kampanye seperti itu tidak ada dialog terkait visi misi ataupun program kerja,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Politik untuk Rakyat (JPRR) Muhammad Afifuddin mengatakan bahwa pepanggaran yang terjadi selama masa kampanye harus ada hukuman. “Hukuman atau peraturan yang tegas harus ada untuk menindak para pelanggar aturan selama kampanye. Jika tidak ada tindakan atau hukuman bagi pelanggar aturan maka ke depannya Bawaslu akan ditertawakan,” ujar Afifuddin.
Afifuddin menambahkan, tingginya angka pelanggaran kampanye terjadi karena singkatnya waktu pelaksanaan kampanye terbuka. “Waktu kampanye yang hanya 21 hari, itu sangat sempit. Akhirnya para caleg dan parpol akan melakukan segala upaya untuk menarik perhatian masyarakat, karena itu akhirnya banyak terjadi pelanggaran kampanye,” paparnya. (r4)