Masyarakat Gunung Slamet Diminta Tenang

Tidak ada komentar 105 views

Jakarta, (DOC) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Kamis, 11 September 2014, Gunung Slamet melontarkan material/lava pijar dengan jarak luncur 1.300 meter yang menyebabkan hutan savana di sekitar puncak Gunung Slamet terbakar.
Kendati demikian, dia mengatakan, masyarakat sekitar Gunung Slamet tetap bisa melakukan aktivitas normal dan belum perlu mengungsi. “Masyarakat Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, belum perlu mengungsi namun diimbau untuk tetap siap siaga,” katanya dalam siaran pers BNPB.
BNPB meminta aparat desa dan kecamatan selalu koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memantau perkembangan gunung sesuai pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api Slamet. Menurut dia, BNPB telah memberikan pendampingan ke BPBD Jawa Tengah dan BPBD di lima kabupaten sekitar Gunung Slamet dalam menyusun rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Slamet.
Ia mengatakan bahwa sosialisasi terkait upaya mitigasi bencana telah dilakukan dan BPBD Kabupaten Purbalingga sudah melakukan simulasi dengan melibatkan masyarakat.
Sementara pada Jumat (12/9) pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Slamet terhalang kabut dan saat cerah teramati 26 kali sinar api dan lontaran material/lava pijar setinggi 200-1.500 meter dari puncak. Dari gunung api itu juga terdengar empat kali suara dentuman kuat dan tiga kali suara gemuruh sedang. Selain itu juga terekam 25 kali gempa letusan dan 83 kali gempa embusan.
Ia mengatakan bahwa status Gunung Slamet tetap “Siaga” meski aktivitasnya cenderung meningkat dari jumlah dan energi kegempaan maupu letusan. “Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan takut dengan suara-suara letusan atau dentuman dan lontaran material pijar, lakukan aktivitas seperti biasa,” katanya. (co/r4)