Media Sosial Untuk Kampanye Hitam Pilpres

Tidak ada komentar 171 views

Jakarta, (DOC) – Putaran kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2014 belum juga dimulai, namun berbagai kampanye hitam sudah mulai marak disebarkan. Media sosial menjadi pilihan.
Pegiat media sosial, Nurwahyu Alamsyah membenarkan belakangan di media sosial banyak sekali kampanye hitam dari pasangan capres-cawapres. Beberapa kampanye hitam yang marak di media sosial dalam pengamatan pria yang biasa disapa Alam ini antara lain menyebarkan informasi fitnah, buat akun palsu, hingga menulis informasi2 hoax di sosmed masing-masing.
“Media sosial menjadi primadona untuk melancarkan serangan kampanye hitam karena pengguna internet di Indonesia meningkat. Berdasarkan data, pada tahun 2013 diperkirakan 80 juta penduduk Indonesia terkoneksi dengan internet. Sekitar 70 persen diantaranya adalah pengguna media sosial. Alasan lain, kenapa dipilih media sosial karena kampanye di sosmed itu gratis,” papar founder @plat_m ini.
Alam melanjutkan, tim capres-cawapres memilih media sosial sebagai ajang kampanye karena mereka menyadari bahwa pengguna sosmed di Indonesia di dominasi anak muda, sehingga sangat efektif sekali menjaring anak muda melalui kampanye di media sosial.
Sementara itu, Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Toto Sugiarto, mengatakan meningkatnya perkembangan teknologi informasi membuat kampanye di media sosial menjadi penting bagi pasangan capres-cawapres.
“Karena itu saya pikir kampanye di media sosial jauh lebih berpengaruh, karena lebih bermakna. Apalagi atas sebuah informasi maupun berita, tidak jarang para pengguna saling caci maki dan saling serang dengan kata-kata. Dan itu keluar dari hati,” katanya.
Namun meskipun begitu Toto tidak mengkhawatirkan maraknya kampanye di media sosial yang seakan tak terbendung. “Pengguna media sosial itu cenderung dari kalangan terdidik sehingga mereka bisa menyaring apakah kampanye yang ada di media sosial termasuk kampanye yang benar atau yang menjurus pada black campaign,” tutup Toto.
Pasangan capres-cawapres yang seringkali mendapatkan serangan kampanye hitam di media sosial adalah pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan – Partai NasDem – Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Hanura, Jokowi-Jusuf Kalla.
Juru bicara tim pemenangan nasional Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan di Jakarta mengatakan, tim pemenangan nasional Jokowi-JK akan mengubah kampanye hitam yang dilontarkan pihak lawan, menjadi sebuah isu positif yang justru dapat menguntungkan bagi kemenangan di Pilpres 2014.
“Prinsipnya kita akan antisipasi jika terjadi kampanye hitam yang menyudutkan Jokowi-JK. Kita akan berupaya mengubah kampanye hitam itu menjadi isu positif yang justru menguntungkan Jokowi-JK,” ujarnya.
Ferry menambahkan, tim Jokowi-JK tidak akan menempuh jalan pintas dengan menyebarkan kampanye hitam demi menjatuhkan pihak lawan. Dengan melakukan kampanye hitam justru menunjukkan ketidakmampuan seseorang dalam memimpin bangsa. (r4)