Memprihatinkan, Situs Trowulan Masuk World Endangered Site

Mojokerto, (DOC) – Trowulan merupakan bekas pusat kerajaan Majapahit, yang pernah menjadi kerajaan terbesar di Nusantara. Wilayahnya membentang mulai dari sebagian besar Jawa, Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaya, juga sebagian Indonesia Timur (Wikipedia).
Namun sayang sekali, kini situs Trowulan makin memprihatinkan keadaannya. Berlawanan dengan masa lalunya yang jaya, kini Trowulan dikategorikan sebagai World Endangered Site atau Situs Dunia yang Terancam Punah.
Hal ini dinyatakan oleh World Monuments Watch 2014. Trowulan jadi salah satu diantara 67 situs di 41 negara yang dianggap memiliki kondisi yang hampir punah.
Situs yang letaknya di Jalan Raya Mojokerto-Jombang tersebut rusak di sana sini, beberapa benda tinggalannya hilang, bahkan dekat lokasi tersebut akan dibangun sebuah pabrik baja oleh PT Manunggal Sentral Baja.
Untungnya beberapa pihak terkait masih memperhatikan dan berusaha melakukan usaha pelestarian situs bersejarah itu. Salah satunya adalah BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia).
Seperti dilansir oleh Metrotvnews, pihak BPPI yang diwakili oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinannya, Catrini P Kubontubuh, mengatakan bahwa pihaknya dan Jaringan Pelestarian Majapahit berusaha menginisiasi sebuah petisi online pada situs change.org.
Petisi ini dibuat untuk mengumpulkan dukungan bagi usaha pelestarian situs Trowulan.
“Setelah BPPI mempresentasikan kawasan pusaka Trowulan dalam the 15th International Conference of National Trust di Uganda, Afrika Timur, maka telah terkumpul hampir 10 ribu dukungan dalam bentuk tanda tangan,” terang Catrini P Kubontubuh pada Metrotvnews.
Selain itu, puncak peringatan Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) 2013 pun diadakan di Trowulan, untuk mendorong banyak pihak medukung upaya penetapan Trowulan sebagai Kawasan Cagar Budaya. (sdm/r4)