Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

 IT & Gadget

Surabaya, (DOC) – PDI Perjuangan tetap berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Seluruh elemen di partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih ini mulai menganut perkataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, “Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat.”
Bagi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana, makna pernyataan Megawati ini sangat dalam. Hal ini yang wajib diwujudkan seluruh kader, simpatisan dan elemen partai ini.
“Selama DPC PDI Perjuangan Surabaya di bawah kepemimpinan saya, hal itu selalu kita tanamkan dan kita sampaikan ke seluruh kader baik yang duduk di eksekutif maupun legislative untuk turun ke bawah. Tujuannya untuk mendengarkan kelurahan rakyat. Partai ini akan memerjuangkan aspirasi warga semaksimal mungkin. Itu inti yang akan kita bangun di partai ini,” tegas Whisnu yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.
Misi dan visi PDI Perjuangan sebagai partai yang pro-rakyat, program apa yang sudah dijalankan? Whisnu, putra dedengkot PDI Perjuangan (Alm) Soetjipto ini mengatakan jika pihaknya sudah menekankan seluruh program berbasis kerakyatan. Seperti masalah pembangunan, pendidikan dan kesehatan.
“Saat jaman Bambang DH memimpin Surabaya dan dilanjutkan dengan Tri Rismaharini, masalah pendidikan ini kita kawal sampai tuntas. Hasilnya, Surabaya menerapkan wajib belajar 12 tahun, kesehatan dengan pelayanan standar juga gratis. Ini harus kita perjuangkan dan wujudkan agar masyarakat Surabaya juga bisa merasakan hasil kemerdekaan ini secara penuh,” tandas Whisnu.
Whisnu yang juga mantan anggota DPRD Jatim ini juga menguraikan berbagai program kesejahteraan yang sudah dinikmati rakyat Surabaya. Seperti pavingisasi di kampung-kampung, perbaikan taraf hidup terkait keberadaan kampong kumuh dengan penataan sanitasi, saluran, penerangan dan jalannya. Nyatanya, sekarang terlihat baik dan asri.
Hal ini yang disebut Whisnu dengan misi partai yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Tak hanya eksekutif yang harus peduli, legislative juga harus turun dengan mendengarkan kelurahan warganya.
Namun yang masih diperjuangkan PDI Perjuangan Surabaya melalui wakil rakyatnya yang duduk di DPRD Surabaya adalah mengasuransikan seluruh rakyat Surabaya. Sehingga dengan adanya asuransi kesehatan itu, warga sudah tak bingung lagi untuk mencari surat ke kelurahan dan kecamatan saat hari libur, hanya untuk mendapat rekomendasi agar bisa dilayani kesehatannya.
“Sakit itu tak kenal waktu, mosok sakit harus libur saat Sabtu dan Minggu. Selama ini, untuk dua hari itu, warga sulit mendapatkan surat karena pihak kelurahannya libur. Ini tak akan terjadi lagi jika seluruh warga Surabaya diasuransikan. Dengan asuransi itu, seluruh warga Surabaya tanpa memandang kelas dan taraf hidupnya bisa terlayani kesehatannya yang dicover melalui APBD kota. Tentunya mendapat pelayanan kesehatan di kelas III hanya dengan menunjukan KTP sebagai warga Surabaya. Saat ini di Puskesmas sudah gratis, hanya di RS yang masih kesulitan. Tapi ini masih diusahakan dengan asuransi,” harap Whisnu. (r4/r7)