Menjelang Debat Publik Pilkada Jatim 2018 Sempat Diwarnai Perang ‘Yel-Yel’ Diluar Gedung

foto : Suasana diluar gedung Dyandra menjelang acara debat publik Pilkad Jatim 2018. Kedua massa pendukung masing-masing Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur sempat saling berhadap-hadapan, adu ‘yel-yel’

Surabaya,(DOC) – Debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2018 yang digelar di gedung Dyandra, Jl. Basuki Rahmat Surabaya, Selasa(10/4/2018) malam, sempat diwarnai perang yel-yel antar kedua massa pendukung dari para kader dan simpatisan partai politik pengusung kedua Pasangan Calon(Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Perang yel-yel ini, terjadi usai Paslon nomer urut 1, Khofifah – Emil Dardak yang longmarch dari jalan Basuki Rahmat tiba dihalaman gedung Dyandra, sekitar pukul 18.45 Wib.

Saat itu, ratusan massa pendukung Paslon nomer 1 yang membawa beberapa alat-alat musik tradisional terus menyanyikan lagu yel-yel dukungan hingga Khofifah dan Emil masuk ke ruang debat.

Tak jauh dari situ, ratusan massa pendukung Paslon nomer urut 2, Syaifullah Yusuf(Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) juga tengah bersiap menyanyikan lagu yel-yel untuk menyambut kedatangan Gus Ipul dan Mbak Puti.

Ditengah menunggu kedatangan calon yang di dukungnya, teriakan yel – yel massa pendukung Khofifah – Emil yang kian keras, mengusik massa pendukung Gus Ipul dan Mbak Puti hingga mereka membalasnya.

Kedua massa akhirnya saling berhadapan dan saling adu yel – yel hingga nyaris ricuh. Untungnya, pihak kepolisian bertindak sigap melerai kedua massa dengan membuat batas pemisah.

Puluhan personil polisi anti huru hara dan polisi wanita langsung membentuk pagar betis diantara celah posisi kedua massa. Seketika itu juga, ketegangan mulai reda hingga Gus Ipul dan Mbak Puti tiba di gedung Dyandra.

Debat public Pilkada Jatim 2018 yang disiarkan oleh sejumlah televise nasional dan lokal, sekaligus live di beberapa radio, dimulai tepat pada pukul 19.30 Wib, Selasa(10/4/2018).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU) Jatim, Eko Sasmita membuka acara debat public dan memberikan sambutan.

“Kepada seluruh masyarakat Jatim dan para pendukung masing-masing Paslon harus tetap bisa menjaga situasi aman dan damai. Tetap guyub dan rukun, tidak adalagi berita hoax, dan tidak ada lagi persoalan SARA yang mengemuka,” ucap Eko Sasmita dalam sambutannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bebat public ini, dipandu oleh Alfito Deanova dan Anisha Dasuki dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi.

Di sessi pertama, masing-masing Paslon diberi kesempatan untuk memaparkan visi-misinya secara singkat.

“Nafas pembangunan Jatim adalah membangun budaya dan ekonomi. Rakyat tidak akan kuat kalau dia miskin, bodoh dan sakit-sakitan, dan pemimpin yang baik bila membelanjakan APBD untuk kesejahteraan masyarakatnya,”  ungkap Khofifah.

foto : Gus Ipul saat menyampaikan visi nya singkat di sessi pertama debat publik Pilkada Jatim 2018

Sementara Gus Ipul yang mendapatkan kesempatan kedua untuk menyampaikan visi-misinya menekankan pada kemakmuran dan seduluran untuk seluruh masyarakat Jatim yang menjadi 2 kata kunci membangun Jatim.

“Jalan yang kami tempuh adalah perubahan yang berkelanjutan. Strateginya dengan memberdayakan rakyat sebagai penggerak ekonomi. Untuk itu diperlukan pemerintahan yang baik dan bersih,” kata Gus Ipul.(rob/r7)