Tolak TPA Benowo, Warga Dijanjikan Bertemu Wali Kota

Surabaya, (DOC) – Sekitar 700  warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi masyarakat Kecamatan Pakal dan Benowo melakukan demonstrasi di jalan menuju akses TPA Benowo. Mereka menolak keberadaan tempat pembuangan akhir sampah di wilayahnya.

Salah seorang  warga yang tergabung dalam Forkom masyarakat Pakal dan Benowo, Maslikun mengatakan, penolakan warga dilatarbelakangi  dampak polusi  sampah. Selain bau, rembesan sampah mencemari tambak para petani sehingga hasilnya terus berkurang.

Warga juga merasa terganggu dengan lalu lalang truk pengangkut sampah yang melewati perkampungan mereka. Padahal, menurut Maslikun, kendaraan pengangkut sampah yang menuju TPA Benowo bisa melewati jalur tol. Keberadaan TPA di kawasan Benowo sudah sekitar 12 tahun, sesuai perjanjian setelah 6 tahun berdiri, akan direlokasi ke lokasi lain.

“Tambak warga sekitar  hasilnya terus menurun hingga 80 persen, bahkan pernah keracunan. Dengan adanya TPA masyarakat juga sering terkena penyakit akibat sampah” ujarnya, Minggu (16/12/2012).

Dalam aksi penolakan, ratusan  warga  dari dua kecamatan tersebut mendapat tentangan dari massa pro-TPA. Sempat terjadi kericuhan akibat aksi pemukulan yang dilakukan massa pro-TPA terhadap warga yang menolak TPA.

Situasi mereda, setelah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Hidayat Syah turun tangan dan berjanji mempertemukan warga yang menolak TPA dengan wali kota Surabaya, Senin (17/12/2012). Dalam pertemuan itu, warga bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Hidayat Syah menduga, akar persoalan munculnya penolakan TPA karena kurangnya sosialisasi ke warga. Sejumlah tuntutan yang disampaikan tersebut menurutnya sebenarnya terjawab dengan didirikannya industri pengolahan sampah yang akan dilakukan PT Sumber Organik.

“Jika PT SO berdiri kan gak masalah. Semuanya sudah terjawab. Misalnya, jika  teknologi benar-benar diterapkan sesuai proses lelang, dan ada bubble zone, akan ditanam pohon-pohon yang menyebabkan udara menjadi bersih” paparnya.

Senada dengan Hidayat Syah, anggota komisi C DPRD Surabaya Agus Santoso mengatakan, mulai 2013 proyek pembangunan industry pengolahan sampah modern akan berjalan. “2013 sudah dianggarkan. Sudah ada pemenang, setelah evaluasi gubernur (RAPBD 2013) tinggal realisasi,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Sementara mengenai kericuhan yang terjadi antara dua pihak yang mendukung dan menolak TPA, anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menengarai, adanya pihak tertentu yang membuat kericuhan dengan memprovokasi  warga .(k4/r4)