MM Ancam Demo WS Jadi Wawali

Tidak ada komentar 153 views

Surabaya,(DOC) – Pemilihan Wakil Walikota Surabaya pengganti Bambang DH, yang rencananya akan digelar pada 15 November 2013 mendatang, nampaknya akan memanas.

Penolakan Wishnu Sakti Buana (WS) calon kuat wakil walikota (wawali) semakin kuat , setelah muncul ancaman Ketua Gerakan Rakyat Surabaya (GRS) Mat Mocthar(MM) yang akan menggelar aksi penjegalan, jika WS terpilih menduduki posisi Wakil Walikota Surabaya.

“ Saya akan melakukan aksi besar-besaran kalo memang Wisnu menjadi Wawali,” tegas MM, dalam keterangan persnya, Jumat (1/11/2013).

MM yang juga kader PDIP ini, juga menyatakan, alasan dirinya menolak WS sebagai wawali, karena dia sudah membohongi partainya sendiri untuk mewujudkan ambisinya menjabat sebagai orang nomer 2 di Surabaya.
Bahkan rekom partai soal dirinya calon kuat pengganti Bambang DH, bukan di tanda tangani oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, melainkan ditanda-tangani oleh Djarod Saiful Hidayat Wakil Ketua DPP PDIP.
Sekarang, MM menambahkan, sebagian besar anggota dewan sudah ada yang diberi sejumlah dana, agar segera melantik WS sebagai Wawali.

“Bu Mega tidak suka dan tahu karakter Wishnu. Malah saya sempat mendengar, Wisnu dimarahi Bu Mega. Karakter WS dengan almarhum (Sutjipto) beda jauh. Sekarang Wisnu malah jadi Wawali, apa tidak mencederai konstituennya, karena dulu rakyat memilih Risma dan Bambang DH, jadi biarkan jabatan Wawali kosong,” urainya.

Sementara, menanggapi hal itu, Adi Sutarwiyono Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya menyatakan, Negara mempunyai aturan dan mekanisme yang harus dipatuhi sehingga dalam proses penggantian Wawali kota Surabaya dari Bambang DH ke kader partai pengusung yang lain dalah hal yang sah saja.

Begitu juga soal rekomendasi partai yang menunjuk Wisnu Sakti Buana dan Syaiffudin Zuhri yang akan menempati posisi Wawali. Tentunya, sudah pasti melalui mekanisme dan seleksi yang benar.
“DPP PDIP memang mempunyai mekanisme, jika seorang kepala daerah atau wakilnya menginginkan rekomendasi, cukup ditanda tangani oleh ketua dan sekjen DPP. Tidak perlu bu Mega yang tanda tangan. Beliaunya cukup mengetahuinya saja.”jelas Awi, sapaan akrab Adi Surtarwiyono.

Awi yang juga anggota Panitia Pemilihan Wawali juga mengomentari soal rencana aksi demo untuk menggagalkan WS sebagai Wawali pasca mundurnya Bambang DH.
Menurut dia, Proses pemilihan kepala daerah atau Kepala Negara adalah kompetisi Partai Politik untuk memperebutkan pucuk pimpinan, sehingga wajar jika sekarang kader partai yang terpilih mundur dari jabatannya terus diganti oleh kader partai lainnya. Bahkan hal itu tidak mencederai siapapun, baik secara aturan maupun konstituen sekalipun. “Tidak akan ada yang dicederai termasuk konstituen PDIP, karena memang jatah dari partai pemeneng yaitu PDIP Surabaya,” tegasnya.