Mogok Organda Belawan, Gagalkan Ekspor Karet

Tidak ada komentar 151 views

Medan, (DOC) – Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara menyebutkan sedikitnya puluhan ribu ton karet dari dua perusahaan anggota asosiasi itu gagal di ekspor akibat mogok Organisasi Angkutan Darat di Pelabuhan Belawan.
“Hari ini (Senin, 14/4/2014) ekspor belasan ribu ton milik dua perusahaan terganggu. Kalau aksi mogok terus berlanjut maka potensi kerugian perusahaan bisa bertambah,” kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Senin.
Menurut Edy, volume ekspor karet Sumut dari anggota Gapkindo rata-rata mencapai 45.000 ton per bulan. Namun, saat ini mengalami penurunan menyusul mogok angkutan di pelabuhan Belawan, meskipun aksi tersebut sudah diinformasikan sebelumnya.
“Gapkindo berharap, mogok angkutan Pelabuhan Belawan itu bisa berhenti dan permasalahan terkait dengan putusan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) bisa mendapatkan solusi,” katanya.
Untuk itu Gapkindo meminta masing-masing perusahaan melakukan koordinasi dengan perusahaan angkutan mitra kerja, pengusaha impor di luar negeri dan Gapkindo.
Sementara itu, Ketua Organda Sumut, Haposan Siallagan mengatakan, aksi unjuk rasa itu bentuk kekecewaan dan protes atas putusan KPPU soal tuduhan kartel.
“Kekecewaan semakin bertambah karena Pemerintah juga tidak perduli dan tidak ada solusi untuk Organda,” katanya.
Sebelumnya Dalam Sidang Pembacaan Putusan Perkara Nomor 06/KPPU-I/2013 tentang Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 di Medan Senin (17/3/2014), Majelis KPPU memutuskan sejumlah pengusaha angkutan barang melakukan praktik kartel terkait penentuan tarif angkutan kontainer ukuran 20 kaki dan 40 kaki di 12 rute dari dan menuju Pelabuhan Belawan pada tahun 2011 dan 2012 lalu.
Atas tindakan tersebut, 13 pengusaha angkutan dihukum dengan membayar denda bervariasi mulai Rp22 juta hingga Rp828,4 juta. (we/ant/r4)