MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur Ke XXV Di Surabaya Kurang Meriah

Surabaya (DOC) – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Timur ke XXV di Surabaya dinilai kurang meriah. Salah seorang official dari kabupaten Sidoarjo, Nur Khasan, Rabu (19/6/2013) mengungkapkan berbeda dengan penyelenggaraan di beberapa daerah sebelumnya, di Surabaya jarang ditemui baliho-baliho yang menunjukkan gebyar MTQ. Bahkan, pada acara pembukaan, kemarin (18/6/2013) menurutnya terlihat kurang gregetnya.

“Selain tidak ada penyambutan pada para tamu, logo MTQ juga jarang ada ” ujarnya.

Ia mengatakan, selaku tuan rumah, pihak panitia dari pemerintah kota Surabaya terlihat kurang mempersiapkan secara matang. Ia memberikan contoh, pada pembukaan MTQ, seluruh kontingen yang berasal 38 kabupaten / kota di Jawa Timur harus menunggu acara dimulai hingga ber-jam-jam.

“Masak kita disuruh berangkat ke Stadion (Gelora 10 nopember) Pk. 15.00 (WIB) padahal acara mulai Pk. 19.30 (WIB). Bagi peserta kan capek.” Tegasnya dengan nada kecewa.

Sementara untuk masalah akomodasi dan konsumsi. Meski untuk masalah transportai bagi para kafilah (rombongan) tdiak ada masalah, namun para peserta mengeluhkan menu konsumsi.

“Menu makanannya kurang bagus. Jauh dengan pengalaman di daerah lain” ungkap pembina kontingen Sidoarjo ini.

Semestinya, menurut pembina peserta dari Sidoarjo ini, sebagai ibukota provinsi kota Surabaya memberi contoh yang bagu bagi daerah lain. Dari pengalamannya selama mengikuti MTQ di beberapa daerah di Jawa timur, penyelenggaraan yang di surabaya dianggap kurang sukses.

“Semestinya Surabaya sebagai Ibu kota Provinsi memberi contoh yang bagus” katanya.

Nur khasan memperkirakan ketidak meriahan penyelenggaraan MTQ di surabaya karena dana yang sediakan minim. Berdasarkan informasi dari pihak panitia, yang sebelumnya direncanakan sekitar Rp. 6-7 M, ternyata yang dikucurkan oleh pihak pemerintah kota Surabaya hanya 1,2 M.

“Dianggarkan Rp. 6-7 M, tapi digedok Rp. 1,2 M. Mana bisa meriah” kata pria asal Prambon ini.

Ketua Rombongan peserta MTQ asal sidoarjo ini menegaskan, jika tahun ini Kabupaten Sidoarjo kembali merebut juara umum, pihaknya siap menjadi tuan rumah MTQ berikutnya.

“Pak Bupati sudah menyatakan saat pelepasan kontingen, jika juara lagi. Penyelenggaraan berikutnya akan diminta Sidoarjo” ujar Nur Khasan.

Pada acara MTQ ke XXIV di Madiun sekitar 2 tahun lalu, kontingen Sidoarjo berhasil merebut juara umum. Gelar juara Umum pada MTQ tingkat Jawa timur beberapa kali direbut kontingen Sidoarjo. Nur Khasan mengatakan, dalam kegiatan MTQ ke XXV di Surabaya yang berlangsung 17 – 25 juni ini, meski tidak menurunkan peserta untuk cabang cacat netra, kontingen Sidoarjo yang menurunkan 56 kafilah terdiri dari 39 orang peserta, 8 orang pendamping, 4 orang pembina, 2 orang official dan 2 orang visitor siap memboyong kembali thropy juara umum.
”Pesaingnya tetap ada, tapi mudah-mudahan juara’ harapnya.(k4)