MU Waspadai Semangat Menggebu Pemain Papua

Tidak ada komentar 81 views

Surabaya, (DOC) — Madura United bertemu lawan yang tak mudah di laga pertama Grup C Piala Presiden. Yakni melawan Perseru Serui. Meski sebagai satu tim unggulan, MU tak ingin jemu serta mewaspadai tipikal pemain papua yang spartan.

Dengan sederet pemain baru dan perombakan tim, bisa dibilang MU berada di atas angin. Baru saja pula, MU juga menjuarai turnamen pra musim Suramadu Cup.

Meski demikian, menariknya pada dua perjumpaan terakhir kedua tim ini, MU menjadi tim yang belum pernah menang atas Perseru Serui. Dua laga merupakan di ajang Liga 1 2017. MU ditahan imbang saat menjalani laga kandang di Gelora Bangkalan. Kemudian, Perseru berhasil menekuk MU 2-0 di kandang mereka.

Melihat statistik yang agak kelam itu, Pelatih Madura United Gomes de Oliveira tetap optimis bisa menorehkan poin penuh. Menurutnya, statistik tidak bisa dibuktikan di atas lapangan hijau. “Itu bukan masalah. Data menurut statistik bisa berbeda saat kita bawa di atas lapangan,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Namun, Oliveira mengaku telah mempelajari pengalaman sebelumnya. Salah satu catatan ialah, mewaspadai tipikal pemain papua yang semangat tinggi dan cukup cepat.

“Semangat anak papua sangat bagus. Dia main berani dan punya kecepatan di manapun bermain. Kami ingin anak-anak MU tetap berkonsentrasi selama satu pertandingan penuh. Pertandingan akan ketat,” ujar Gomes.

Terpisah, Pelatih Kepala Perseru Alexander Saununu mengaku timnya akan bermain terbuka dengan sepakbola menyerang. “Kami ingin Sepakbola menyerang yang menarik. Soal target, tentu semua pelatih ingin menang. Saya minta pemain untuk berkonsentrasi setiap laga,” ujarnya.

Perseru menjadi satu-satunya tim asal Papua pada Piala Presiden kali ini. Musim ini Perseru akan mengandalkan beberapa pemain baru yang juga putra terbaik asal Papua yang kembali memperkuat tim. Lini belakang ada Dominggus Fakdawer serta daya gedor diperkuat Winger lincah Yohanis Nabar.

Alexander mengaku timnya juga telah beradaptasi dengan cuaca panas di Surabaya. “Setelah TC dari Malang, udaranya cukup dingin. Sedangkan di sini panas. Dengan kesempatan latihan yang ada kami sudah cukup beradaptasi di Surabaya,” tandasnya. (nps)