Muhaimin Terpilih Karena Prestasi

Tidak ada komentar 162 views

Jakarta, (DOC) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja menyelesaikan muktamar yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, dalam muktamar yang dilangsungkan di Surabaya, Minggu (31/8) itu, Muhaimin Iskandar kembali terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PKB. Yang menarik, Muhaimin terpilih secara aklamasi.
Sekretaris Fraksi PKB di DPR Hanif Dhakiri mengemukakan terpilihnya Muhaimin secara aklamasi karena dia berprestasi. Di bawah kepemimpinan Muhaimin, PKB berhasil tampil sebagai kekuatan politik yang solid, besar dan diperhitungkan dalam kancah politik nasional.
“Politik aklamasi itu bagian dari politik demokrasi. Aklamasi adalah cermin dari berhasilnya dialog politik di antara para pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB seluruh Indonesia, sehingga pemungutan suara atau voting tidak diperlukan,” kata Hanif di Jakarta, Selasa (2/9/2014).
Ia menjelaskan dengan pemilihan secara aklamasi, PKB bisa menjauhkan diri dari konflik yang merusak dan juga politik uang yang sering jadi kecenderungan dalam setiap pemungutan suara. Kader-kader PKB telah mengalami banyak pembelajaran dari sejarah konflik internal, yang intinya bahwa konflik itu merusak dan lebih banyak madhorot-nya daripada manfaatnya.
“Kami bersyukur seluruh proses politik Muktamar berlangsung kondusif dan demokratis tanpa hiruk-pikuk konflik dan juga tanpa politik uang,” ujar Hanif yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKN Garda Bangsa.
Hanif percaya di bawah kepemimpinan Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, ke depan PKB akan semakin solid, kuat dan besar dengan karya-karya nyata yang makin bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia.
Baginya, saat ini adalah momentum bagi PKB untuk mengokohkan basis sosial di kalangan warga nahdliyyin dan meluaskan jangkauan politiknya ke segmen-segmen politik yang lebih modern seperti kalangan anak muda, kalangan profesional dan dunia industri kreatif.
“Di bawah Cak Imin, PKB akan tampil sebagai partai agamis-nasionalis yang modern, profesional dan responsif terhadap perubahan dalam masyarakat,” tegasnya. (ist/r4)