Muhammadiyah Minta Kadernya Tak Golput di Pilgub Jatim

 Featured, Politik

Surabaya, (DOC) – Persyarikatan Muhammadiyah mengimbau agar kader dan simpatisan di Jatim dapat menggunakan hak pilih dan tidak masuk golongan putih (golput) pada Pilgub Jatim 2013 mendatang.

“Kami minta agar masyarakat yang memiliki hak pilih untuk datang memilih, bukan justru golput,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Nurcholis Huda Senin (19/11/2012).

Menurut dia, dengan memilih salah satu calon gubernur maka sudah melaksanakan pendidikan politik dengan menyampaikan aspirasinya. Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga mengimbau agar kader Muhammadiyah tidak terlalu mudah tertipu rayuan oknum kelompok dengan iming-iming sejumlah uang agar memilih pasangan calon tertentu.

“Apalagi sejak lima tahun lalu, Muhammadiyah sudah mengeluarkan fatwa bahwa politik uang itu haram. Artinya, Muhammadiyah mengimbau agar kadernya tak menerima sepeserpun uang demi memenangkan pasangan tertentu,” katanya.

Sementara itu, dalam pemilihan Gubernur Jatim kali ini, Muhammadiyah mengaku tidak memiliki target apapun dan membebaskan kadernya untuk mendukung siapapun. Tidak hanya itu saja, lanjut dia, Muhammadiyah juga tidak mendukung atau bahkan melarang kadernya maju sebagai salah satu calon.

“Muhammadiyah tidak ikut politik praktis sejak dulu. Kami mendukung siapapun calon yang dipilih masyarakat. Muhammadiyah juga tidak mau ikut-ikut mendukung partai politik tertentu,” paparnya.

Hal senada disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni. Menurut dia, Muhammadiyah membebaskan kadernya maju atau tidak dalam bursa calon gubernur dan wakil gubernur sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi. (r12/r4)